Minggu, 31 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Imba Kangen Diana

Mantan Wali Kota Manado, Jimmy Rimba Rogi atau lebih dikenal dengan panggilan Imba, tak lama lagi akan menghirup udara bebas.

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Fransiska_Noel

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO- Mantan Wali Kota Manado, Jimmy Rimba Rogi atau lebih dikenal dengan panggilan Imba, tak lama lagi akan menghirup udara bebas.

Namun belum ada yang bisa memastikan, kapan waktunya terpidana 7 tahun korupsi APBD Kota Manado 2006-2007 itu meninggalkan Lapas Sukamiskin Bandung.

Rabu (2/4) malam, putri Imba, Diana Lady Rogy terbang ke Jakarta. Sang ayah menyampaikan kepada keluarganya bahwa kangen dengan putrinya.

Sejumlah warga Lingkungan I, Kelurahan Teling Atas Karona, Kecamatan Wanea, Manado yang merupakan tetangga Imba mengaku mendapatkan kabar bahwa Imba pulang pada 1 atau 6 April.

"Karena tanggal 1 April tidak, berarti tanggal 6 April. Tadi anaknya (Diana), baru lewat. Kata kerabatnya, dia sudah berangkat ke Jakarta," ujar seorang warga yang tidak ingin disebut namanya, Rabu malam.

Di waktu berbeda, saat beberapa kerabat Diana ditemui Tribun mengatakan, status Imba memasuki Pembebasan Bersyarat (PB). "Beliau masih PB, tapi kemungkinan besar akan datang," tukas Ari Lexi Thoyib, tokoh masyarakat di lingkungan tersebut.

"Kalau dari pihak keluarga tidak bisa memastikan kapan beliau (Imba) bisa pulang, kemungkinan kalau ada izin dari sana (Lapas Sukamiskin), baru bisa. Mengenai keberangkan Ibu Diana, itu diminta Bapak  (Imba), untuk bersilaturahmi antara anak dan ayah, karena sudah dua bulan belum ke sana," ungkap Ari.

Informasi lain menyebutkan, Imba akan pulang pada 5 April bertepatan dengan Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie akan kampanye terakhir di Tomohon.

Terkait informasi ini, Ari menyebutkan Imba memang masih berpengaruh di Partai Golkar. Sebagai mantan Ketua DPD Partai Golkar Sulut, Imba masih disegani.

Jika Imba kembali ke Manado, lanjut Ari, dipastikan akan dijemput ribuan pendukung fanatiknya.

"Keluarga besar pastinya akan mengadakan syukuran untuk kedatangan Pak Imba," ujarnya.   
Ketua DPD Partai Golkar Sulut, Stevanus Vreeke Runtu menilai, kepulangan Imba akan menjadi spirit bagi Partai Golkar.

"Patut disyukuri, itu menandakan bahwa Imba bisa menjalani dan menyelesaikan hukuman dengan baik. Itu jadi spirit baru bagi Golkar," ungkap mantan Bupati Minahasa ini, Rabu (2/4).

Namun pendapat berbeda dilontarkan Wakil Ketua DPD Partai Golkar Sulut, Sherpa Manembu bahwa masa Imba di Golkar sudah selesai. Dan Golkar pun enggan mendompleng figur Imba.

"Menurut undang-undang, jika hukuman kurungan di atas 5 tahun hak politiknya dicabut, kami berpatokan sesuai undang-undang," ungkapnya.

Bahkan kalaupun bebas sebelum masa kampanye berakhir, menurut Sherpa, Golkar tak akan meminta jasanya untuk mendongkrak suara Golkar. (alp/dik/ryo/fin)

Rumah Sudah Bersih
Setiap kali membersihkan bagian dalam rumah Jimmy Rimba Rogi di Lingkungan I Kelurahan Teling Atas Karona Kecamatan Wanea Manado,
Merri Thoyib selalu teringat tuan rumah duduk di kursi kesayangannya di ruang tamu.

"Setiap kali membersihkan bagian dalam rumah, di paling muka (ruang depan), lihat sofa, selalu teringat Bapak (Imba)," ujar Merri Thoyib, Kamis (3/4).

Mendengar Imba akan pulang, dia pun siap menyambut. Bahkan warga sudah siap-siap membersihkan rumah Imba.

Namun untuk sementara, Merri mengaku tidak perlu harus selalu membersihkan karena di rumah tingkat dua yang dicat warna oranye itu tidak berpenghuni. "Jadi tidak selalu kotor," tukasnya.

Merri selalu bekerja tanpa memikirkan imbalan. Jadi meski rumah tersebut tidak dihuni, tetap ia bersihkan. "Bagian dalam jarang kotor, paling sering kotor bagian teras, karena rumput ditiup angin dan anak-anak bermain di situ," tambahnya.

Menurutnya, setiap kali membersihkan rumah, tidak ada kesulitan yang ditemuinya. Saat Imba ada, kata dia, tidak ada yang dijadikan babu yang diperintah secara kasar, karena mereka bekerja dengan suka rela.

"Mudah, kan hanya halaman kecil dan got, pakai sapu lidi dengan sket sampah, kalau di lantai keramik pakai sapu plastik," bebernya.

Kadang, jika tiba-tiba keluarga Imba datang, ia selalu diberikan uang secara. Untuk saat ini, setiap ia selesai melakukan pekerjaan rumah tangga maka dia bersama warga lainnya kumpul di samping kediaman Imba, kemudian jika bagian teras kotor maka ia akan membersihkannya.

"Biasa tiap bulan saudara Bapak (Imba) datang atau ketemu di tempat lain mereka sering beri saya uang. Jumlahnya rahasia, mereka beri sukarela dan itu bukan untuk membayar hasil kerja saya, mereka satu hati," ucap Merri.

Mengenai membersihkan rumah, Merri sering teringat sosok Imba yang menurutnya sangat baik. Ia teringat saat Imba masuk penjara. Di ruang tempat Imba duduk, beberapa bulan para tetangga di situ melakukan ibadah kecil di ruangan tersebut.

"Karena Bapak (Imba) mantan Penatua Kaum Bapa GMIM Galilea Teling Atas, beberapa pendeta, penatua bahkan ada jemaat Pantekosta datang berdoa di situ minta kuatkan Bapak (Imba)," ungkapnya.

Para warga dan jemaat lain datang berdoa sekitar pukul 19.00 Wita saat itu.

Merri mengaku, jika Imba tiba di rumahnya, Imba tidak akan banyak menuntut mempersiapkan segalanya seperti harus menyiapkan tenda atau lain sebagainya, karena, sosok Imba itu bersahaja. 

Ikuti terus perkembangan berita terbaru di Tribunmanado.co.id dan Tribun Manado edisi cetak hari ini, Jumat 4 April 2014.

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved