EE Mangindaan Cup
Lewat Penalti, Panther FC Juarai EE Mangindaan Cup U 18
Adu penalti menjadi penentu siapa kampiun di kompetisi akbar ini.
Penulis: Alexander_Pattyranie | Editor:
Laporan wartawan Tribun Manado Alexander Pattyranie
Final EE Mangindaan Cup kategori U-18 berlangsung seru dan penuh drama. Adu penalti menjadi penentu siapa kampiun di kompetisi akbar ini.
SAMA kuat. Itulah yang tersaji di Stadion Klabat Manado dalam final EE Mangindaan Cup kategori U-18 antara Panther FC Manado kontra Bintang Muda Matali Kotamobagu. Hingga babak kedua berakhir, kedudukan tetap 0-0.
"Pertandingan bagus, sama kuat, tambah lagi hujan, jadi lebih hati-hati. Karena hujan jadi instruksi meleset sedikit. Tapi saya puas dengan permainan final ini, anak-anak menjalankan strategi dengan bagus," tukas pelatih kepala Panther FC, Wim Rattu kepada Tribun Manado, Jumat (7/3).
Pada babak pertama, kedua tim memainkan bola dengan tempo permainan yang pelan. Saat itu Panther FC menggunakan jersey hitam dengan kuning di dada dan putih bagian atas sedangkan Bintang Muda mengenakan jersey dominan putih.
Memasuki pertengahan babak pertama, tepatnya menit ke-18 pemain tengah Panther FC, Rivaldo Gumeleng, berkat kerja sama yang baik di jantung pertahanan lawan ia mendapatkan celah, dan dengan penuh semangat ia langsung menembak bola ke arah gawang lawan, namun mampu dipatahkan kiper Mario Fabio Londok.
Tak berselang lama, Panther FC melakukan serangan balik dan mendapatkan celah. Pada menit ke-28, gelandang kiri Panther FC, Rinaldi J Branca Porong, menembakkan bola dengan keras, namun lagi-lagi berhasil dimentahkan oleh Mario Fabio Londok.
Tempo pertandinganpun meningkat. Tak berselang lama pada menit ke-30 dengan cepat Bintang Muda melakukan serangan balik, namun mereka sulit menembus pertahanan lawan. Tiba-tiba bola terlepas dari kaki pemain bertahan Panther FC sehingga pemain tengah Bintang Muda, Septiyandi Dilapanga langsung menendang bola dengan keras, namun dengan mudah kiper Panther FC, Pesak Klinsman Vercelly mematahkan tendangan tersebut. Hingga turun minum, tidak satupun gol yang tercipta pada babak pertama, skor 0-0 bertahan.
Di babak kedua, pertandingan menjadi panas. Di menit ke-51 bola yang tanpa sengaja terlepas dari tangan Mario Fabio Londok, dengan cepat penyerang Panther FC, Daud Octovianus Nauw, mencoba merebut bola namun kaki Mario Fabio Londok yang ditendang. Wasit Yubel Poli pun memberikan kartu kuning kepada Daud Octovianus Nauw.
Pertandingan pun berlanjut, pada menit ke-75 pemain Bintang Muda, Mohamad Sapitra Tongkasi, menguntak-atik bola melewati pemain Panther FC hingga memasuki jantung pertahanan, satu lawan satu dengan Pesak Klinsman Vercelly, dengan pelan Mohamad Sapitra Tongkasi meluncurkan bola ke arah kanan, namun sayangnya tidak tepat sasaran, bola malah keluar lapangan. Penonton pun teriak kecewa.
Hingga babak kedua usai, skor tidak berubah, 0-0. Para wasit beserta pengawas pertandingan, Archie Kolonio, sesuai dengan peraturan menetapkan untuk melakukan adu penalti. Dan dari adu penalti tersebut akhirnya Panther FC unggul dengan skor tipis 3-2. (alp)