Tawuran Unsrat
Tawuran di Unsrat yang Berakhir Pembakaran di Fatek
Aksi tawuran dua kelompok mahasiswa Unsrat kemarin berlangsung sekitar empat jam lebih baru bisa diredam aparat keamanan.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Aswin_Lumintang
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Aksi tawuran dua kelompok mahasiswa Unsrat kemarin berlangsung sekitar empat jam lebih baru bisa diredam aparat keamanan.
Pantauan Tribun Manado menunjukkan, sekitar pukul 12.00 Wita para mahasiswa Fatek dan Fakultas Hukum sudah berkumpul di fakultas masing-masing. Sekitar 30 menit kemudian kedua kubu saling menyerang.
Mereka kejar-kejaran, batu-batu berterbangan di atas kepala dan sebagian mengenai tubuh mahasiswa. Pukul 12.55 tawuran sempat berhenti sejenak ketika beberapa anggota kepolisian tiba di lokasi. Namun, sepuluh menit kemudian tawuran kembali pecah di jalan belakang Fakultas Ekonomi.
Kejar-kejaran dan saling lempar batu mewarnai tawuran ini. Korban mulai berjatuhan akibat terkena lemparan batu dan senjata tajam. Polisi berhasil mengamankan seorang mahasiswa yang kedapatan membawa pisau.
Pukul 13.45 Wita tawuran berhasil diredam oleh pihak kepolisian yang jumlahnya makin banyak di Unsrat. Tapi itu tidak bertahan lama. Kedua kubu pindah lokasi tawuran di depan gedung perkuliahan jurusan Arsitektur dan Elektronik. Massa dari Fatek dan hukum saling lempar batu dan kejar-kejaran lagi. Entah siapa yang melakukan, tiba-tiba sudah terlihat api menjilati belasan unit sepeda motor milik mahasiswa Fatek. Api kemudian merambat ke gedung perkuliahan.
Pukul 15.45 Wita mobil pemadam kebakaran baru tiba di lokasi kebakaran ketika gedung sudah dijilati api. Sekitar satu jam kemudian baru api berhasil dipadamkan. Guna meredam aksi tawuran lanjutan, aparat kepolisian berjaga-jaga di Fakultas Hukum dan Fatek Unsrat. Sejumlah mahasiswa terlihat menangis sesenggukan melihat gedung perkuliahan dan sepeda motor mereka ludes dilalap api.
Sekitar 600 personel dari Polresta Manado dan Brimob Polda Sulut turut mengamankan situasi di Unsrat. Satu batalion pasukan brimob lengkap dengan tameng terlihat berjaga-jaga di antara Fatek dan Fakultas Hukum.
Pasca kebakaran, ratusan mahasiswa Fatek kembali berkumpul di depan gedung yang terbakar. Tak lama kemudian, ratusan mahasiswa tersebut mencoba bergerak ke arah gedung Fakultas Hukum. Namun, tindakan mereka dihalangi pagar betis aparat kepolisian.
Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Sulawesi Utara (Sulut) Kombes Pol Charles Ngili mengatakan pihaknya sudah mengendalikan situasi dan terus melakukan pengamanan agar tidak terjadi aksi susulan.
Polisi juga mengusut oknum yang diduga melakukan provokasi hingga terjadi tawuran dan kebakaran gedung perkuliahan. Charles mengharapkan bantuan mahasiswa yang punya dokumentasi agar menyerahkan kepada pihak kepolisian.
"Kita juga ada dokumentasinya. Pasti, bila ada penggerak kita ambil dan kita proses. Kita minta kerja sama mahasiswa, bila nanti ada mahasiswa yang diambil polri, ya jangan dicegah lagi atau dibela karena memang dia pelaku yang menyebabkan rekan-rekannya yang lain terganggu proses perkuliahan," jelasnya. (def/kel/kev)