Breaking News
Selasa, 9 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Gobel Beberkan Asal Muasal Suku Bolango (4-habis)

Abram Gobol sendiri dikaruniai putra dan putri.

Tayang:
Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu

Abram Gobol sendiri dikaruniai putra dan putri. Mereka adalah Tileytidu, Tidebulra, Ene, Tintingio, Prens Polingala (raja 1788-1801), Prens Pulrubulwara (raja 1801-1810), dan prens Bomulo.

Putri Bolilologo dinikahi Abraham Dowel yang berkebangsaan Belanda tapi sudah memeluk agama islam. Ketika Gobol ke Ternate untuk dinobatkan menjadi raja kerajaan Bolango, pemerintahan dijalankan Dowel. Ia diangkat menjadi wakil raja sekaligus Jojugu dan diber gelar Abram Duwawulu yang artinya Abram yang memegang Pimpinan Kedua.

Ketika raja Gobol kembali ke Tapa, Dowel menjemput raja dengan tarian kebesaran buatannya sendiri yang diberi nama tarian Dangisa yang dikenal sampai sekarang. Dowel meninggal duluan hingga marga Duwawulu tidak berkembang. Ketika kerajaan berpindah ke Imana (kecamatan Atinggola sekarang) ada yang pindah tapi ada juga yang tidak.

Karena sistem kerajaan yang demokratis, maka anggota keluarga bangsawan yang Mokosisi, anak Dowel bisa menjadi raja ke X. Apalagi ia kawin dengan Putri Ene (anak raja Gobol).

Perpindahan ke Imana sendiri terjadi pada jaman raja Puluhuwala (1801-1815). Selain untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak, mereka ingin dekat ke Atinggola yang mempunyai persamaan bahasa (serumpun). Tahun 1870, beberapa suku Bolango berpindah ke arah Timur Gorontalo yaitu Molibagu dibawa pimpinan Marsaoleh Yusuf Walangadi yang mendapat gelar Jogugu Pengganti. Sebelum ke Molibagu, ada perpindahan suku ke Lombagin jaman raja Unonongo (1840-1856).

Setelah melalui beberapa raja di Molibagu, kerajaan Bolaang Uki (yang mengantikan kerajaan Bolango mencapai jaman keemasan kedua di bawah pimpinan raja Hasan Van Gobol dengan perpindahan kerajaan ke bagian pantai Selatan yang dikenal sebagai Molibagu sekarang.

"Molibagu artinya memperbaharui sehingga berbagai tatanan adat istiadat, penyelenggaraan agama, dan pemerintahan ditata kembali bahkan di berbagai segi kehidupan misalnya pembagian daerah dari Popodu atau daerah pantai, tengah dan gunung," kata papa Yogi.

Masyarakat suku Bolango menikmati daerah yang subur di Molibagu, wilayahnya memanjang dari Timur (Kima, wilayah kecamatan Pinolosian sekarang) dan ke Barat hingga Potigada (wilayah Bone Pante sekarang). Wilayah ini diberi nama kerajaan Bolaang Uki dengan ibu negeri kerajaan Molibagu.

Tahun 1941, kerajaan Bolaang Uki dipimpin oleh raja Ari Banser van Gobol hingga sampai 1946, di mana sistem pemerintahan berubah menjadi Negara kesatuan Republik Indonesia.

Ketika ditanya, apakah konsep Ratu Adil bagi masyarakat Jawa juga menjadi konsep Van Gobol (Abram dan Hasan), papa Yogi menjawab singkat.

"Ya. Banyak yang mengaku bisa membawa Bolsel ke jaman keemasan Gobol baik untuk pemilihan eksekutif maupun legislatif," tandasnya. (David Manewus)

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved