Bencana di Sulut
Senangnya Rizky Dapat Buku Tulis, PKKO-Kompas TV Salurkan Bantuan
TERIK matahari pada Sabtu (15/2/2014) siang tidak menyurutkan semangat ratusan warga.
Penulis: Maickel Karundeng | Editor:
Ida Parengkuan sempat terkurung di dalam rumah selama berjam-jam hingga air surut. Rumah Ida pun hanyut terbawa banjir bersama ayahnya
TERIK matahari pada Sabtu (15/2/2014) siang tidak menyurutkan semangat ratusan warga Lingkungan I Kelurahan Ranotana Weru Manado untuk berkumpul menunggu bantuan dan tim Persekutuan Karyawan Kristen Oikumene (PKKO) Jakarta. Penyaluran bantuan itu kerja sama PKKO dengan Kompas TV, PD Gandaria 8 Muara, GBI PIK Jakarta, Radio Manado, Harian Tribun Manado dan Selera.
Anak-anak, remaja, pemuda, orang tua hingga oma dan opa antuasias menunggu bantuan. Ibadah yang dipimpin Evangelis Renny Rorong dari Jakarta mengawali acara tersebut. Puji-pujian dipimpin worship leader. Warga Ranotama dengan khusuk melantunkan pujian bagi Tuhan. Setelah puji-pujian, worship leader memberikan kesempatan korban banjir bandang 15 Januari 2014 lalu untuk memberikan kesaksian.
Oma Since Lumangkun (70) mengatakan, satu anggota keluarganya meninggal dunia terbawa arus saat banjir bandang, Rabu (15/1) lalu. Sambil meneteskan air mata Oma Since mengatakan ia masih sedih kehilangan anggota keluarganya. "Tapi saya percaya akan kebesaran Tuhan," kata Oma Since.
Deisy, korban lainnya mengungkapkan pakaiannya terseret banjir tapi ada juga yang dapat ditemukan kembali. "Hanya itu yang terselamatkan saat banjir karena air begitu cepat masuk ke rumah dan menghanyutkan semuanya," tuturnya.
Ida Parengkuan sempat terkurung di dalam rumah selama berjam-jam hingga air surut. Rumah Ida hanyut terbawa banjir bersama ayahnya yang meninggal dunia dan langsung ditemukan hari itu juga. "Kita tetap tabah dan bersyukur kepada Tuhan atas apa yang telah diberikanNya kepada kita," ujarnya.
Seusai kesaksian para korban, Evanglis Renny Rorong menyampaikan peneguhan lewat khotbah. "Senang sekali kami dari Jakarta bisa berkumpul bersama-sama korban banjir di Ranotana Weru Manado. Kami berdoa semoga Manado cepat pulih dan menjadi lebih baik lagi. Situasi sesulit apapun tidak boleh mempengaruhi komitmen untuk tetap bersyukur dengan Tuhan," ungkapnya.
Dikatakannya, orang yang bersyukur kepada Tuhan adalah orang yang mempunyai mental yang besar. "Bencana ini pasti akan berlalu dan para korban akan kembali bangkit karena Tuhan pasti akan memberikan berlimpah-limpah apa yang telah hilang," ujarnya.
Selesai khotbah dilanjutkan dengan penyerahan bantuan kepada korban banjir di Ranotana Weru Lingkungan 1, 8 dan 9. "Kami berikan bantuan 200 paket kepada 200 kepala rumah tangga. Bantuan berupa beras, gula, sabun, buku tulis dan snack untuk anak-anak," jelas Ronald Wehantouw, Manager Opersional Kompas TV Manado. Dia berharap bantuan tersebut bisa meringankan beban korban bencana banjir bandang di Ranotana Weru. Rizky (13), satu di antara anak yang mendapat bantuan buku tulis dan makanan ringan sangat senang dan mengucapkan terima kasih kepada PKKO dan Kompas TV. "Senang sekali bisa dapat buku tulis. Terima kasih banyak, Tuhan memberkati," demikian Rizky. (maickel karundeng)
Berita ini dapat Anda simak juga di Tribun Manado edisi cetak, terbit hari ini, Minggu (16/2/2014).