Hari Valentine

138 Pasangan Menikah Massal pada Hari Valentine

Dalam khotbah tertulis yang didistribusikan ke seluruh masjid di Malaysia, lembaga ini menuding hari Valentine merupakan biang dari

138 Pasangan Menikah Massal pada Hari Valentine
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Ilustrasi 

TRIBUNMNADO.CO.ID,KUALA LUMPUR — Meski Departemen Pengembangan Islam Malaysia menyatakan perayaan "Valentine Day" tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam, tetapi 138 pasangan muda menikah pada hari yang "diharamkan" itu.

Dalam khotbah tertulis yang didistribusikan ke seluruh masjid di Malaysia, lembaga ini menuding hari Valentine merupakan biang dari kecanduan alkohol hingga aborsi.

Lembaga yang di Malaysia dikenal dengan nama JAKIM itu setiap tahun selalu menyatakan bahwa merayakan Valentine merupakan awal dari kenistaan.

Meski demikian, tepat pada hari Valentine sebanyak 138 pasangan muda, terutama dari kalangan etnis China, menggelar pernikahan massal.

Para pasangan muda itu mengikat janji pernikahan mereka di Kuil Thean Hou di ibu kota Kuala Lumpur dan melepaskan ratusan balon berbentuk hati berwarna merah seusai upacara.

Pengurus kuil Konghucu itu menambahkan, sebanyak 70 pasangan lain juga akan menikah secara individu setelah pesta pernikahan massal itu.

"Kami melakukan ini karena hanya sekali dalam 19 tahun hari Valentine jatuh bersamaan dengan perayaan Cap Go Meh," kata pengurus kuil itu.

Meski penduduk Malaysia memeluk berbagai agama, tetapi 60 persen dari 28 juta penduduknya memeluk agama Islam.

Dalam beberapa tahun belakangan, kelompok Islam konservatif mulai lantang bersuara menentang berbagai hal yang dianggap mengancam nilai-nilai Islam. Pada 2011, aparat Malaysia menahan sekitar 100 warga Muslim yang merayakan hari Valentine.

Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved