Minggu, 10 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Profil Penulis 'Garis Batas', Agustinus Wibowo

Petualangan Agustinus Wibowo dimulai dari Stasiun Kereta Api Beijing, China pada tanggal 31 Juli 2005.

Tayang:
Editor:

Sejak kapan Agus memulai perjalanannya?

Petualangan Agustinus Wibowo dimulai dari Stasiun Kereta Api Beijing, China pada tanggal 31 Juli 2005. Dari negeri tirai bambu itu ia naik ke atap dunia Tibet, menyeberang ke Nepal, turun ke India, kemudian menembus ke barat, masuk ke Pakistan, Afghanistan, Iran, berputar lagi ke Asia Tengah, diawali Tajikistan, kemudian Kyrgyzstan, Kazakhstan, hingga Uzbekistan dan Turkmenistan.

Sejak memulai petualangannya, apakah Agus pernah pulang ke Indonesia?

Ya, Agus pernah pulang ke Indonesia sekitar awal tahun 20007 menengok ayahnya yang sakit. Syukurlah ayahnya baik-baik saja. Tidak sampai satu bulan di Indonesia ia kembali ke jalan melanjutkan petualangannya ke negeri-negeri jauh.

Bagaimana Agus menghidupi perjalannya?

Agus memulai petualangannya yang hampir tiga tahun ini dengan modal 2 ribu dolar Amerika hasil tabungannya selama kuliah di Universitas Tshinghua, Beijing, Cina. Ketika duitnya habis ia akan menetap sementara di suatu tempat, bekerja serabutan guna mengumpulkan duit lagi dan kembali melanjutkan perjalanan. Ia juga menjual tulisan dan fotonya di sejumlah media di Indonesia, Singapura, Cina. Karena bekal perjalanannya betul-betul habis, hampir satu tahun ini ia menetap di Afghanistan, bekerja sebagai editor foto di media setempat dan di sebuah organisasi internasional.

Di manakah Agus sekarang?

Senin, 16 Juni 2008, setelah hampir setahun mengumpulkan bekal perjalanan di Afghanistan, akhirnya, Agus bisa kembali melangkahkan kaki melanjutkan petualangannya. Ia sekarang ada di Iran.

Negara manakah yang masih ingin dikunjungi Agus?

Ini dia jawabnya, "Cita-cita saya mencapai Afrika Selatan dengan menempuh perjalanan darat, kalau memungkinkan seratus persen, melintasi Kaukasus, Eropa Timur, Timur Tengah, dan Afrika Barat. Di pelosok bumi sana, ada negeri-negeri yang hampir tak pernah kita dengar. Abkhazia, Transdniestr, Ossetia, Nagorno Karabakh."

Kapan Agus menargetkan menyelesaikan petualangannya?

Jawabnya, "Tidak tahu. Saya tidak memberi batas waktu, dan biarlah perjalanan ini mengalir begitu saja."

Bagaimana Agus mengirim ceritanya ke Kompas.com?

Cerita Agus adalah catatan perjalanan yang ia buat selama ini. Agus mengirimkannya dalam satu paket cerita yang dimuat secara serial di Kompas.com. Selama ini Kompas.com berhubungan dengan Agus melalui internet, email dan yahoo messenger.

 Apakah pacar Agus tidak khawatir dengan jalan hidupnya ini?
Hehehe...Agus mengaku belum punya pacar....

Agus menguasai berapa bahasa sih?Inilah daftar bahasa yang dikuasai Agus yang dipelajarinya selama perjalanan. Hitung saja: Hindi, Urdu, Farsi, Rusia, Tajik, Kirghiz, Uzbek, Turki, dan sekarang dalam proses menguasai bahasa Arab, Armenia, dan Georgia. Selain itu, ia fasih bahasa Inggris, Mandarin, Indonesia dan tentu saja bahasa Jawa. (kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved