Bencana di Sulut
Jeinjels Bantu Kampung Halaman Lewat Baksos
Bencana banjir bandang yang menerjang kota Manado membuat orang kehilangan tempat tinggal dan banyak infrastruktur yang rusak.
Penulis: Maickel Karundeng | Editor:
Laporan wartawan Tribun Manado Maickel Karundeng
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Bencana banjir bandang yang menerjang kota Manado membuat orang kehilangan tempat tinggal dan banyak infrastruktur yang rusak. Bantuan dari berbagai elemen masyarakat dan organisasi terus berdatangan di Manado satu diantaranya dari seorang gadis kelahiran Kota Manado yang telah berdomisili di Jakarta membantu korban banjir di Manado. Kepada Tribun Manado, Kamis (6/2/2014) Jeinjels Mokoagouw SE mengatakan bantuan yang ini adalah hasil dari penggalangan dana di Jakarta untuk membantu para korban banjir di Manado.
Ia berkata disela‑sela kesibukan syutingnya yang padat di Jakarta, tapi Nona Manado ini masih sempat menggalang dana dan terjun langsung ke lapangan memberikan langsung kepada para korban banjir bandang Manado. "Saya bersyukur hanya seminggu kami dari grup Solitaire yang diketuai oleh Alex Tjiu, Solitaire F1 diketuai oleh Tony Jap, VVIP Celebritys diketuai oleh Johan Susanto dan Edelweys Care diketahui oleh Chris Micheals, bisa mengumpulkan dana untuk para korban banjir bandang yang ada di Manado," katanya.
Jeinjels mengucapkan terima kasih kepada teman‑teman yang ada di Jakarta dan yang ada di Surabaya atas sumbangan ini. Bantuan yang diberikan berupa pasta gigi, sikat gigi, kous, handuk, pakaian dalam, pempers, wafer, sabun mandi serta makanan siap saji. "Bagi korban mahasiswa kami berikan 1 paket, map lengkap dengan isinya. Bantuan khusus berupa kasur dan uang tunai untuk korban yang telah disurvei layak mendapatkan bantuan khusus dan bantuan untuk biaya perawatan karena sakit," ujar Jein.
Ia berkata bantuan yang diberikan sebanyak 300 paket untuk 300 kepala keluarga serta membagikan buku tulis dan wafer kepada anak‑anak korban banjir.
Vronsky Bawole satu di antara korban banjir di Dendengan Dalam yang rumahnya hampir roboh diterjang banjir berkata sangat berterimakasih atas bantuan yang telah diberikan bantuan satu paket yang didalamnya buku tulis, pasta gigi, sikat gigi, pempers, tanggo, pakaian dalam, kasur serta uang tunai kepada kami, sekali lagi terima kasih banyak. "Bantuan dalam bentuk sandang pangan telah diberikan kepada kami serta terimakasih juga telaj menghibur anak‑anak di lingkungan 5 Dendengan Dalam karena para anak‑anak sangat butuh hiburan dan perhatian lebih pascabanjir bandang sehingga mereka tidak terbawah dengan trauma banjir," ungkapnya.
Sementara Hoking Tawombitung (11) satu di antara siswa yang mendapat bantuan berkata sangat senang dan berterimakasih atas bantuan kepada kami. "Saya sangat senang atas bantuan peralatan sekolah dan makanan ringan," ujarnya.
Yeheskiel Rompas (10) satu diantara anak yang dapat bantuan berkata sangat senang dan berterimakasih atas bantuan. "Peralatan sekolah saya rusak karena terendam lumpur saat banjir dan tidak bisa digunakan lagi sehingga membutuhkan buku tulis dan perlengkapan sekolah lainnya yang rusak akibat banjir," pungkasnya.