Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bencana di Sulut

Eskavator Dinas PU Sulut 'Diusir' Camat Tikala

Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sulut terpaksa menarik satu unit alat berat jenis eskavator di Kelurahan Taas.

Penulis: Ryo_Noor | Editor:

Laporan wartawan Tribun Manado Ryo Noor

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO -  Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sulut terpaksa menarik satu unit alat berat jenis eskavator di Kelurahan Taas, dekat jembatan perbatasan dengan Kelurahan Perkamil, Kamis (6/2/2014).

Eskavator ditarik menyusul pekerjaan mengeruk sampah yang berlangsung dihentikan oleh Camat Tikala, Sofyan. Eskavator pun dilarang beroperasi. Yopi Taureng warga Paal 4 lainnya heran dengan tingkah Camat Tikala dan Lurah Paal 4 'mengusir' alat berat dinas PU Sulut. Penjelasan aparat pun tak masuk akal, "Katanya harus koordinasi dengan posko Pemko Manado. Perintah pak Wali. Saya tidak tahu ini wali apa, cuma dibilangnya Pak Wali," ungkapnya.

Yopi mengatakan, awalnya ada beberapa eskavator yang kerja di bantaran sungai mengeruk sampah, ada dari Provinsi dan Pemko Manado, namun yang tertinggal satu unit eskavator dinas PU.  Padahal masih ada sampah yang harus diangkut.

Billy, operator eskavator mengaku, saat pagi hari hendak bekerja, ia tiba-tiba didatangi lurah. Ia diminta menghentikan operasi alat berat "Saya juga tak tahu kenapa disuruh berhenti. Saya jelaskan kepada dia (lurah) walau saya tidak kerja dibayar, nanti yang rugi pemerintah sudah menyewa  alat tapi tidak kerja," ungkapnya.

Belakangan Billy disodori nomor ponsel Camat Tikala untuk mengonfirmasi penghentian operai tersebut.

Akhirnya diputuskan alat berat dinas PU ditarik dari lokasi itu. Sekitar pukul 11:00 Wita, sebuah truk tronton mengangkut truk dari lokasi untuk dibawa ke lokasi Ring Road Manado. Sementara lokasi di Jembatan Paal 4 itu akhirnya tak ada lagi alat berat yang turun meski sampah masih menumpuk disana.

Kepala Dinas PU, J E Kenap ketika dikonfirmasi membenarkan penarikan alat berat tersebut "Kami pindah saja, karena sudah disuruh berhenti. Sebenarnya kami mau bantu tapi tidak tahu juga kenapa disuruh berhenti," ungkapnya.

Terpisah, Camat Tikala, Sofyan ketika dimintai tanggapan Tribun Manado membenarkan telah menghentikan operasi alat berat dinas PU Sulut, alasannya alat itu beroperasi tanpa kordinasi dengan Posko Pemko Manado.

"Supaya pekerjaan tidak tumpang tindih, sebab itu harus kordinasi dengan Posko Pemko Manado," ungkapnya.

Ia mengatakan, sebenarnya tak diperlukan lagi alat berat di lokasi itu, karena pekerjaan mengeruk sampah sudah diselesaikan alat berat milik Pemko Manado. Ibaratnya 99 persen sudah bersih, tinggal 1 persen yang harus dikerjakan. Pembersihan itu pun dipimpin langsung Wali Kota Manado Vicky Lumentut

"Jadi sebenarnya tak perlu alat berat lagi, jadi seperti mau menembak ikan pakai M-16," ujarnya mengibaratkan.

Lalu bagaimana dengan sampah yang masih tersisa. Sofyan mengatakan, nanti akan mengerahkan alat berat untuk mengangkutnya Jumat (6/2/2014) pagi. "Besok (hari ini) sesudah apel akan diturunkan alat disitu," ucap dia.

Ia pun membantah, penghentian itu ada motif politik terselubung karena konflik kepentingan dengan Pemprov Sulut. "Tidak ada motif politik, kita disaat bencana seperti ini harus saling membantu, namun dimohonkan ada kerja sama dengan Posko Pemko Manado supaya tidak tumpang tindih," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved