Minggu, 14 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Unik

Pria Meksiko Mengaku Hanyut di Laut Selama Satu Tahun Lebih

Pria yang mengaku bernama Jose Ivan ini hanyut di atas perahu fiberglass-nya sepanjang 7,3 meter sejak mesin kapalnya itu rusak pada

Tayang:
Editor:

TRIBUNMANADO.CO.ID, MAJURO - Seorang pria Meksiko yang terdampar di Kepulauan Marshall di Pasifik utara mengklaim dia terombang-ambing di lautan selama 16 bulan, menempuh jarak hampir 13.000 kilometer dari negeri asalnya.

Pria yang mengaku bernama Jose Ivan ini hanyut di atas perahu fiberglass-nya sepanjang 7,3 meter sejak mesin kapalnya itu rusak pada September 2012. Selama 16 bulan itu, Jose Ivan mengaku dia bertahan hidup dengan menangkap penyu untuk diminum darahnya dan makan daging burung laut.

Saat ditemukan nelayan lokal di Atol Ebon, Kepulauan Marshall, Jose Ivan terlihat berambut panjang, kurus dan hanya mengenakan celana dalam yang sudah rusak di sana sini. Kepada penolongnya, Jose Ivan mengatakan dia sebenarnya sedang menuju El Salvador bersama seorang temannya. Sang kawan meninggal dunia beberapa bulan lalu.

"Tak adanya peralatan memancing di dalam kapal itu menunjukkan Ivan harus menangkap penyu dan burung dengan tangan telanjang," kata Ola Fjeldstad, seorang mahasiswi antropologi asal Norwegia yang sedang berada di Atol Ebon.

Ola menambahkan, seluruh cerita Ivan tentang "perjalanannya" itu sebenarnya kurang lengkap, namun saat ditemukan di dalam perahu Ivan memang terlihat seekor penyu.

"Kondisi keshatannya tidak bagus, namun semakin membaik. Tekanan darahnya rendah namun kini dia sudah semakin kuat," ujar Ola.

"Kondisi perahunya memang sangat buruk dan terlihat sudah sangat lama berada di lautan," tambah Ola.

Penduduk setempat merawatnya sebelum membawanya ke pulau utama atol tersebut, di mana terdapat satu-satunya telepon di kediaman dewan lokal. Ketua dewan lokal Ione de Brum kemudian menelepon ibu kota Kepulauan Marshall, Majuro untul melaporkan penemuan Ivan kepada pemerintah.

Sayangnya satu-satunya pesawat terbang milik pemerintah yang bisa mendarat di Atol Ebon sedang dalam perbaikan. Pemerintah sedang mempertimbangkan  mengirim perahu untuk menjemput Ivan.

Kepulauan Marshall adalah negeri kepulauan kecil yang terdiri atas 24 atol atau pulau karang dengan ketinggian rata-rata dua meter di atas permukaan laut. Penduduk pulau ini tak lebih dari 60.000 orang.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
1 - 1
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
0 - 1
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
Live
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved