Bencana di Sulut
Paroki Yesus Gembala Baik Bantu Korban Banjir
Meyti (37), umat wilayah Santa Bernadeth Paroki Santo Ignatius Manado langsung mengucap syukur
Penulis: | Editor:
Laporan wartawan Tribun Manado David Manewus
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO ‑ Meyti (37), umat wilayah Santa Bernadeth Paroki Santo Ignatius Manado merasa senang dan langsung mengucap syukur seusai mendapat bantuan dari Gereja Paroki Yesus Gembala yang Baik, Sabtu (1/2/2014).
Bantuan dibawa frater pastoral paroki itu, Frater Troy Kalengkongan Pr dan Wakil Ketua Tim Relawan Paroki, Stenly Tombokan. "Saya senang. Apalagi saya hanya menumpang," kata Meyti.
Seorang anaknya juga tampak senang mencoba seragam baru untuk bersekolah. Selain seragam, terlihat ada perlengkapan tidur dan perlengkapan lain untuk menyambung hidup.
Seperti biasa sesuai standar bencana, Paroki Yesus Gembala yang Baik memberi bantuan secara bertahap. Dan ini dilakukan setiap hari dari matahari terbit sampai matahari terbenam mulai dari hari pertama pascabencana.
Semua dimulai dengan pembentukan tim kecil, yang terdiri atas Ketua Alfa Montong (Kaban BLH Minahasa), Stenly Tombokan, Denny Winokan, Frater Troy Kalengkongan Pr Ko' Kolis, Nandes, Markus Meliisa, Andika Ratulangi, Christ Montong, Hermas Miranto dan beberapa anggota lain yang dikoordinir oleh Pastor Paroki Didi Poluan Pr.
"Selama sepuluh hari pertama diberikan makan dan minum diberi makanan dan minuman setiap hari, tiga kali sehari sebagai kebutuhan yang sangat mendesak," ujar Stenly Tombokan. "Awalnya mie instan, setelah itu daging‑daging seperti Ayam dan Babi," kata Pastor Didi.
Bersamaan dengan itu, hampir semua anggota paroki, mulai dari Orang Muda Katolik (OMK) sampai ibu‑ibu bahu membahu membantu. OMK dan kaum bapa membersihkan daerah bencana sedangkan kaum ibu memasak untuk korban bencana.
"Daerah kerjanya Pakowa, Ranotana Weru, Tanjung Batu. Dengan peralatan alkon, gerobak, sekop dan lain‑lain. Ada 107 yang ditolong dengan 32 KK," ujar pastor Didi lagi.
Setelah tahapan kebutuhan mendesak, mereka memberikan barang kehidupan setiap hari seperti barang dapur, seragam sekolah, piring satu lusin, sendok satu lusin dan gelas satu lusin.
"Setelah itu kompor elpiji dan tabung gasnya. Kami juga mengadakan pengobatan gratis minggu dua pekan lalu. Juga ada susu untuk balita. Setelah itu dari sisa dana, kami akan melakukan bedah rumah," ujarnya.
Bagi Pastor Didi, ini merupakan wujud kepekaan gereja terhadap penderitaan sesama. Karena itu, mereka tulus ikhlas untuk membantu.
"Kami berterima kasih kepada donatur. Pada prinsipnya, kami juga membantu lintas paroki, juga lintas agama. Makanan juga dibagikan kepada mereka yang membutuhkan tanpa harus melihat perbedaan," katanya. (*