Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kasus Hambalang

Twitter Anas Dikelola Dua Administrator

Anas juga menyoroti pemberhentian sahabatnya dari anggota DPR RI asal Demokrat, Gede Pasek Suardika. Hingga dana APBN yang

Editor:

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Hidup di bui bukan berarti tak bisa berbunyi. Itulah prinsip Anas Urbaningrum.  Sejak ditahan KPK 10 Januari 2014 lalu, mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu terus berkicau melalui situs mikroblogging, twitter.

Namun bukan Anas yang menuliskan kicauannya di twitter. Anas kini memercayakan kepada sahabat dekatnya untuk menuliskan pemikirannya sehingga akun twitternya terus berkicau. Kicauan Anas dari ruang tahanan bahkan kini makin  nyaring. Ia bahkan meminta agar Ketua Umum Partai Demokrat yang kini dijabat SBY diganti. "Untuk masa depan PD (Partai Demokrat) perlu dipikirkan lagi ganti Ketum. Agar PD tdk terbebani citra pemerintah yg merosot.#beraniadil.*abah," tulis Anas dalam akun twitternya.

Anas juga menyoroti pemberhentian sahabatnya dari anggota DPR RI asal Demokrat, Gede Pasek Suardika. Hingga dana APBN yang akan diberikan kepada saksi partai politik saat Pemilu nanti pun disoroti Anas.  "Itu kan jelas gaya bahasanya gaya bahasa Mas Anas. Yang nulis Mas Anas, nulis di kertas. Habis itu dituliskan di luar (oleh admin)," ujar Pasek di Jakarta, Senin (27/1).

Ketika ditanya siapa admin tersebut, Pasek enggan menjawab. Namun, Pasek memberitahukan bahwa kicauan-kicauan Anas tersebut disampaikan ketika waktu jenguk di Rutan KPK. "Rahasialah. Nikmati aja twit-nya (Anas)," ucap Pasek sembari tertawa. Menurutnya, kicauan Anas tersebut juga menegaskan bahwa kekuasaan tidak bisa memenjarakan jiwa dan raganya Anas.

Pasek menambahkan pascakicauan tersebut, Rutan KPK digeledah karena petugas mengira Anas menggunakan perangkat komunikasi di rutan Loyalis Anas, Tri Dianto menjelaskan, saat ini ada akun twitter Anas dikeoloa administrator yang menuliskan pemikiran-pemikiran Anas. Menurut mantan Ketua DPC Demokrat Kabupaten Cilacap itu, Anas kerap menyampaikan pemikiran-pemikirannya kepada sahabatnya saat berkunjung ke Rutan KPK. "Jadi setiap kita ke rutan, ditulis di kertas, lalu nanti kita tulis di twitter," kata Tri.

Selama Anas berada dalam tahanan, menurut Tri, tweet-tweetnya akan ditandai dengan tag *abah. Tanda tersebut mengartikan bahwa tweet itu ditulis administrator namun memuat pemikiran yang disampaikan langsung oleh Anas. "Kan selama ini tidak ada tanda abah, sekarang ada," kata Tri.

Saat ditanya bagaimana Anas mengikuti perkembangan pemberitaan selama berada di tahanan, Tri mengatakan kawannya itu hanya mendengar cerita dari -rekannya yang berkunjung ke rutan. Tidak ada televisi di Rutan tempat Anas ditahan di basement Gedung KPK. Juru Bicara KPK Johan Budi SP mengatakan, pihaknya melarang setiap tahanan untuk membawa alat komunikasi selama ditahan. Karena itu, Johan memastikan Anas tidak bermain twitter dari dalam Rutan KPK.

"Enggak mungkin dia (Anas) ngetweet di rutan karena dia enggak boleh bawa ponsel," kata Johan. Johan juga mengatakan KPK tidak menyediakan fasilitas televisi bagi tahanan. Namun, penelurusan Tribun di pos dalam penjagaan rutan terdapat pesawat  televisi. (tribunnews/win/eri)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved