Kasus Hambalang
Inilah Dua Amunisi Anas untuk SBY
Anggota kuasa hukum Anas, Handika Honggowongso mengatakan, saat ini timnya bersama Anas sedang menyiapkan materi tentang
TRIBUNMNADO.CO.ID, JAKARTA - Anas Urbaningrum kini sedang menyiapkan amunisi untuk menyerang balik Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Amunisi pertama terkait tugas khusus yang diberikan SBY kepada Anas saat menjabat Ketua Fraksi Demokrat yakni agar mengamankan kasus bailout Bank Century di DPR RI. Peluru kedua yakni terkait pembelian mobil Toyota Harrier yang menjadikan Anas sebagai tersangka.
Serangan ini bermula dari pemeriksaan KPK terhadap Anas dalam status sebagai tersangka, pada Jumat (17/1) lalu. Ketika ditanya penyidik tentang tugas dan fungsinya sebagai Ketua Umum Demokrat di DPR, Anas mulai menyebut nama SBY. Anas mengakui, dirinya selaku Ketua Fraksi Demokrat di DPR RI, pada saat itu mendapatkan sejumlah tugas khusus dari SBY.
Anggota kuasa hukum Anas, Handika Honggowongso mengatakan, saat ini timnya bersama Anas sedang menyiapkan materi tentang tugas-tugas khusus yang pernah diberikan SBY tersebut. Dan materi itu akan disampaikan dalam pemeriksaan Anas selanjutnya ke penyidik KPK. Menurut Handika, beberapa materi mengenai tugas khusus tersebut menentukan nasib dan perjalanan karir politik SBY dan Anas.
"Jadi, ada tugas-tugas khusus yang sedang kami siapkan agar bisa disampaikan secara jelas, karena itu menyangkut tidak hanya nasib Mas Anas, tapi juga Pak SBY," kata Handika,Sabtu (25/1/2014).
Handika membeberkan, di antara tugas khusus Anas selaku Ketua Fraksi PD di DPR adalah pengamanan skandal kebijakan dana talangan atau bailout kepada Bank Century di parlemen. "Contoh tugas khusus itu, misalnya bagaimana Mas Anas harus mengamankan. Kan waktu ada Pansus Century di DPR. Itu berkaitan dengan keberlangsungan pemerintahan SBY," ungkapnya.
"Jadi, waktu itu ada proses seperti dipanggil Pak SBY dan diberi pengarahan, kenapa dilakukan, kenapa harus dilakukan," imbuhnya.
Serangan kedua yang disiapkan Anas yakni terkait pembelian mobil Toyota Harrier yang membuat Anas berstatus sebagai tersangka. KPK menduga, Anas menerima gratifikasi Harrier yang uangnya dari proyek Hambalang. Handika mengakui, Anas sudah menceritakan mengenai peran SBY terkait asal-usul pembelian Toyota Harrier ketika diperiksa penyidik dengan materi proyek Hambalang. "Bagian itu akan ada setelah penyampaian materi tugas-tugas khusus dan memasuki materi tentang proyek Hambalang," ujar Handika.
Sumber Tribunnews menjelaskan uang pembelian Harrier tersebut sebagian berasal dari SBY. "Jadi setelah Pilpres, Anas diberi uang oleh SBY sekitar Rp 250 juta. Sebagian uang itu untuk DP (down payment) pembelian Harrier itu. Jadi tuduhan KPK bahwa uang itu dari Hambalang salah besar. Uang dari SBY," jelas sumber tersebut. Saat berkunjung ke Tribunnews beberapa waktu lalu ,Anas ditanya perihal uang pembelian Toyota Harrier tersebut. Namun Anas menolak menjelaskan. "Nanti saja di persidangan biar jelas semua," ujar Anas ketika itu sambil tersenyum. (tribunnews/coz)