Renungan Minggu
Bertumbuh Menjadi Dewasa
Paulus memberi penjelasan dalam Kitab Efesus tentang proses pendewasaan itu dengan kalimat:
(Efesus 4 : 11 - 16 )
Oleh Pdt Stenly James Stela, Jemaat GMIM Victory Minanga Indah
TRIBUNMANADO.CO.ID - Pengikut Kristus yang beriman disebut sebagai orang Kristen. Iman Kristen sering digambarkan sebagai sesuatu yang hidup, bertumbuh, berproses atau dinamis. Proses itu ibarat manusia yang bertumbuh dari anak-anak menuju dewasa atau pohon yang bertumbuh dan berakar serta berbuah. Alkitab memberi petunjuk dan ajakan ajakan untuk bertumbuh di dalam Kristus, makanya Alkitab menolak iman yang mati atau statis.
Paulus memberi penjelasan dalam Kitab Efesus tentang proses pendewasaan itu dengan kalimat: "...sampai kita semua telah mencapai kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran kita bertumbuh dalam segala hal ke arah Dia; Kristus yang adalah Kepala."
Pertanyaannya sekarang adalah, siapakah yang mengantar kita pada kedewasaan itu? Paulus menyebut setidaknya lima jabatan yang berhubungan dengan pendewasan. Jabatan itu ialah rasul, nabi, pemberita injil, gembala dan pengajar. Jabatan ini memang bukan lagi sesuai dengan namanya di zaman sekarang. Tetapi fungsi dan pekerjaan mereka terlihat dalam aktualisasi jabatan gerejawi yang ada sekarang, misalnya Syamas, Penatua, Guru Agama atau Pendeta. Karena itu, jabatan-jabatan gerejawi yang melekat pada diri seseorang hendaklah dipandang sebagai sebuah tanggungjawab yang besar karena di dalamnya mengandung makna penugasan untuk menjadikan banyak orang bertumbuh menjadi dewasa di dalam Tuhan Yesus Kristus yang telah mempercayakan jabatan atau tugas-tugas itu.
Kini, seperti apakah gambaran kita tentang kedewasaan? Dalam konteks sederhana orang dewasa adalah orang yang setia (= dapat dipercaya), bertanggung jawab, setia kepada janji, prinsip, tujuan dan imannya. Karena itu kedewasaan bukan soal umur, namun soal sikap. Dalam hal ini Paulus benar tentang kedewasaan itu ketika dia mengatakan sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran kita bertumbuh dalam segala hal ke arah Dia; Kristus yang adalah Kepala.
Sebagai pengikut Kristus, hendaklah kita militan di dalam Dia. Kembangkanlah sikap hidup yang benar-benar setia dan teguh dalam iman sampai Dia mendapati kita tetap setia di saat kedatangan-Nya yang kedua kali. Jadilah agen Kristus yang mau bertumbuh dewasa sembari rindu untuk mendewasakan orang lain melalui hal-hal baik dan benar berdasar kebenaran Firman; entahkah kita `ber-jabatan' (Pendeta, Penatua, Syamas, Guru Agama, dlll) dalam pelayanan dan persekutuan gereja atau tidak. Biarlah ketundukan kita pada Roh Kudus akan mengantar kita semua pada kedewasaan yang benar.
Tetapi pada akhirnya kita akan tetap mengagungkan Dia, Sang Kepala karena segala sesuatu dikerjakan oleh Dia yang penuh kuasa, bagi Dialah kemuliaan dan hormat sampai selamanya. Amin. (*)