Smart Woman

Stella Bawa Kenangan Natal dari Negeri Seberang

Belasan tahun mengadu nasib di negeri orang membuat mental Nonna Stella Rimporok (49) terasah.

Stella Bawa Kenangan Natal dari Negeri Seberang
TRIBUNMANADO/YUDITH RONDONUWU
Nonna Stella Rimporok. 

Laporan wartawan Tribun Manado Yucith Rondonuwu

Belasan tahun mengadu nasib di negeri orang membuat mental Nonna Stella Rimporok (49) terasah. Sekitar 7 tahun ia bersama suaminya bekerja di Jepang dan 7 tahun bekerja di satu daerah di Korea Selatan.

SIKAP displin dan kebiasaan berbagi kasih dengan tulus didapatkannya sewaktu di negeri Ginseng, Korea dan sikap kerja keras yang juga didapatinya di Jepang. Belajar dari hal‑hal positif, menurut wanita yang akrab disapa Nona ini, itulah salah satu kunci keberhasilan para orang‑orang sukses.

"Saya dan suami memutuskan untuk merantau demi mendapatkan pengalaman dan tentunya pendapatan yang lebih baik untuk perekonomian keluarga kami. Kami bekerja belasan tahun di luar negeri dan tentu saja, ketika kembali ke sini, kami sudah punya modal usaha sehingga tidak merepotkan orangtua atau saudara‑saudara yang lain," ungkap wanita yang kini memutuskan terjun ke dunia politik yaitu menjadi calon legislatif (caleg) dari Partai Gerindra untuk mendapatkan satu kursi di DPRD Kabupaten Minut ini.

Belasan tahun di negeri rantau, ada banyak kenangan yang dialaminya bersama suami dan keluarganya. Satu hal yang takkan terlupakan adalah ketika perayaan hari raya Natal berdua dengan suami di Korea Selatan. "Waktu itu masa visa kerja sudah habis (belum diperpanjang) jadi agak takut‑takut keluar rumah. Masih kerja dan tentu saja ada rasa ingin pulang ke rumah. Akhirnya ingat sekali waktu itu bersama suami di rumah merayakan Natal berdua sambil melihat‑lihat satu pohon natal kecil yang kita beli sambil dengar‑dengar lagu Natal," ceritanya.

Momentum yang takkan terlupakan dan paling berkesan dalam hidupnya adalah merayakan Natal pada 2008. Waktu itu, ia dan suaminya memutuskan pulang kampung dan membangun usaha di tanah kelahiran.  "Sudah belasan tahun tidak merayakan Natal di kampung dan aduh, Ada rasa bahagia dan sempat terheran‑heran karena orang di mana‑mana belanja, hiasan natal di mana‑mana, tepat hari Natal orang‑orang saling berkunjung dan makan‑makan bersama satu keluarga besar berkumpul. Rasanya sangat berbeda dan saya terharu saat itu," ungkapnya.

Bukan soal pesta pora tapi kebiasaan berkumpul dan makan bersama semua keluarga besar saat hari raya Natal dan Tahun Baru adalah kebiasaan baik. Momentum yang tidak bisa dinilai dengan uang karena hanya bisa terjadi setahun sekali. "Kalau keluarga besar berkumpul ada banyak hal yang bisa dibicarakan tentu saja berbagi kasih adalah hal yang paling indah. Saling memaafkan dan saling mengasihi dengan tulus, saling memotivasi," katanya.

Banyak Perempuan Menganggur

Perempuan yang pada 11 Januari nanti akan berusia 50 tahun ini, kini disibukkan mengurus beberapa bisnis dan kesiapannya sebagai caleg. Ia tak mau main‑main dengan pencalonannya karena menurut isteri dari Ronny Wenas ini, menjadi wakil rakyat harus punya visi dan misi yang harus direalisasikan ketika menjabat nantinya. Tanggungjawab kepada Tuhan dan sesama menjadi 'pagar' khusus bagi ibu dua anak ini dalam menjalankan kehidupannya.

"Saya lihat perempuan‑perempuan di daerah kita banyak yang nganggur. Padahal punya fisik dan kecerdasan yang baik.  Saya ingin sekali melihat perempuan‑perempuan di daerah ini bisa bekerja dan memaksimalkan hidupnya untuk keluarganya dan untuk dirinya sendiri," ujarnya.

Perempuan yang bekerja bukan hanya soal menghasilkan uang tetapi juga bagaimana mengurangi kebiasaan menjadi tukang gosib dan menyebabkan terciptanya masalah dalam masyarakat. "Saya melihat perempuan‑perempuan di daerah kita banyak yang tidak punya kerjaan, hanya tinggal‑tinggal di rumah tanpa kerjaan jelas sehingga kerjaannya hanya mengosipkan tetangga. Ba karlota hal yang menurut saya sangat merusak masyarakat," ujarnya.

Itulah satu dari beberapa motivasinya ingin menjadi bagian dari legislatif di Kabupaten Minahasa Utara. Ia  bergitu bersemangat karena melihat juga perempuan‑perempuan di Jepang dan Korea yang masih bekerja produktif pada usia 60‑70 tahun. "Kalau memang nantinya saya terpilih, saya akan mengawal kebijakan‑kebijakan agar bisa lebih memperhatikan kepentingan perempuan karena perempuan menentukan kualitas keluarga dan masa depan generasi penerus bangsa (anak‑ anak). Selain itu, semua sektor tentu akan digerakkan sesuai dengan pontesi daerah dan keberadaan SDM yang ada di daerah," ucap puteri dari Lus Rotinsulu yaitu tokoh perempuan Minahasa yang menjadi Hukum Tua Desa Maumbi, Minut pada tahun 1980 dan tercatat sebagai Hukum Tua Perempuan pertama di Provinsi Sulawesi Utara.

Nama lengkap: Nonna Stella Rimporok
Panggilan: Nona
Tempat/tanggal, lahir: Maumbi ‑ Minahasa Utara, 11 Januari 1964
Suami: Ronny Wenas
Anak‑anak:
1.Intan Wenas
2.Brilian Wenas
Orangtua
*Ayah: Arnolus Rimporok
*Ibu: Luisa "Lus" Rotinsulu (Hukum tua perempuan pertama di Sulut)
Hobi: traveling
Makanan favorit: Ayam kecap, Babi kecap.
Minuman favorit: Air putih
Motto hidup: Ora et Labora(*)

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved