Breaking News:

Catatan Sepakbola

Pendekar Tanpa Ilmu

Masalah kurang ganasnya para bomber Indonesia sebenarnya sudah terlihat jauh hari sebelum turnamen berlangsung.

Editor:
AP PHOTO / VINCENT THIAN
Ekspresi pemain Malaysia saat kalah adu penalti melawan Indonesia dalam semifinal SEA Games di Naypyitaw Myanmar 19 Desember 2013 

Teranyar, contoh itu bisa dilihat dari permainan Evan Dimas dan kawan-kawan. Kemampuan merata, koordinasi antarlini bekerja baik sehingga membuat pertandingan mereka sedap dipandang mata. Persiapan sebelum mengikuti Piala AFF 2013 serta Piala Asia 2014 pun dilaksanakan dalam kurun waktu bertahun-tahun. Hasilnya sudah bisa ditebak, di level usia mereka, Indonesia mampu merajai Asia Tenggara!

Hasil 1-0 melawan Myanmar di pertandingan penentuan Grup B menjadikan Indonesia lolos ke empat besar SEA Games 2013. Di semifinal, giliran Malaysia yang ditaklukkan lewat babak adu penalti setelah bermain imbang 1-1 hingga babak tambahan. Kendati menang, rasanya itu terlalu pelit dan sedikit bagi penikmat bola Indonesia karena kurangnya tontonan berkelas dalam lapangan.

Sejumlah masalah ini seharusnya bisa diperhatikan secara serius oleh PSSI karena seluruh rakyat Indonesia akan menjadi "juara" jika timnas berprestasi. Sebaliknya, akan bersifat mutlak jika para penggawa Merah Putih menelan kegagalan di lapangan karena itu juga berarti kekalahan bagi seluruh pengurus sepak bola dan publik seantero negeri ini.

Pada akhirnya, sepak bola memang bukan merupakan rumus fisika. Toh, perjuangan para pemain Garuda Muda harus tetap diapresiasi karena sudah memberikan hasil nyata dengan mampu menembus final. Terlebih lagi, menariknya, lawan yang dihajar di empat besar adalah Malaysia, seteru lama yang selalu berhasil mencundangi Indonesia sejak perhelatan SEA Games 2000.

Namun, hasil jerih payah 22 anak bangsa kini akan kembali diuji di atas lapangan Stadion Zayyarthiri, Naypyidaw, Myanmar, saat berhadapan dengan Thailand pada partai final, Sabtu (21/12/2013). Berkaca kepada sejarah dan rekor pertemuan dengan Indonesia, Thailand jelas lebih superior ketimbang Malaysia.

Skuad Garuda pun bakal kembali dihadapkan kepada realita, bisakah menunjukkan kelasnya untuk kembali meraih prestasi yang sudah 22 tahun mati suri, atau hanya kembali menjadi para pendekar tanpa ilmu yang semakin membosankan karena emas sepak bola SEA Games tak kunjung tiba di tanah Ibu Pertiwi.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved