Sabtu, 11 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Darah Ato Berceceran di Kantor Gubernur Sulut, Ini Sebabnya

Hartato Limbarnadi (25), Sopir Kepala Inspektorat Boltim mengalami kecelakaan saat berjalan di lantai 1.

Penulis: Ryo_Noor | Editor:

Laporan wartawan Tribun Manado Ryo Noor

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO -  Hartato Limbarnadi (25), Sopir Kepala Inspektorat Boltim mengalami kecelakaan saat berjalan di lantai 1 Kantor Gubernur Sulut, Kamis (9/12/2013) lalu.

Pemuda itu terjerembab akibat lubang menganga di depan tangga lantai 1 gedung sayap kiri kantor gubernur, dekat Ruangan Badan Pengelolaan Keuangan Provinsi Sulut.

Akibatnya, urat tendon kaki kiri korban putus. Luka menganga itu mengeluarkan banyak darah kental hingga menggenang di lantai putih kantor Gubernur.

"Besar lukanya itu di bagian kenter (tendon), banyak sekali darah keluar, darah di lantai kami yang pel," ungkap Sat Pol PP yang enggan namanya disebut. Menurut Pol PP itu, wajah korban jadi pucat pasi.

Muktar Limbanadi, Kepala Inspektorat Boltim mengatakan, usai dilarikan ke Rumah Sakit Advent, Ato supirnya sudah mendapat perawatan.

Meski begitu bisa dipastikan, sementara waktu ia masih kesulitan bealan karena urat tendonnya putus. "Hanya rawat jalan, sudah di antar ke Boltim oleh Sat Pol PP," katanya.

Kata Kepala Inspektorat sesuai penyampaian dokter, Ato akan istirahat kira-kira tiga bulan sebelum akhirnya bisa kembali bekerja.

Muktar menyayangkan, pekerja di lantai 1 kantor Gubernur yang tak memberi papan peringatan sedang ada pengerjaan, akibatnya orang jadi celaka.

"Seharusnya ada papang peringatan, karena pekerjaan itu membahayakan orang yang lewat," sebutnya menyesalkan kejadian itu.

Dari pantauan Tribun Manado, memang ada perbaikan lantai di depan tangga gedung sayap kiri kantor Gubernur. Lubang sepanjang lantai itu dalamnya kurang lebih 1 meter.

Adapun, pada malam kejadian itu merupakan rapat pembahasan Ranperda APBD 2014 untuk Kabupaten Boltim di bahas bersama Pemprov Sulut.

Terpisah,kepala Biro Umum Femmy Suluh menyampaikan memang ada perbaikan di lantai tersebut, hanya saja kemungkinan korban kurang hati-hati hingga terjerembab.

“Karena yang saya tau, untuk lantai I yang menuju ke ruang Mapalus itu. Kalau lantai lantai yang lain hanya perbaikan sementara karena ada yang sudah pecah pecah lantainya tapi tidak di ganti total," katanya

"Tapi itu hanya di beberapa lokasi di kantor gubernur yang tempatnya ada yang pecah saja dalam artian ditanggulangi secara darurat oleh biro umum," ungkapnya lagi. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved