Editorial Tribun Manado
Malu Mencuri Malu Korupsi
Bunuh diri ini dilakukan karena sang Briptu tak mampu menahan rasa malu. Dia malu karena telah mencuri duit tetangga sebanyak Rp 600 ribu.
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang polisi nekat menyalakkan senjata api miliknya ke tubuh sendiri. Briptu BS, polisi berusia 31 tahun yang bertugas di Satuan Sabhara Polres Nganjuk, Jawa Timur itu terkapar di kursi panjang dalam pos penjagaan. Dia tewas seketika.
Bunuh diri ini dilakukan karena sang Briptu tak mampu menahan rasa malu. Dia malu karena telah mencuri duit tetangga sebanyak Rp 600 ribu.
"Saya dapat laporan dari Kapolda (Jatim) bahwa dia (oknum polisi) mengambil uang Rp 600 ribu punya tetangganya," kata Kapolri Sutarman di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (25/11/2013) seperti dikutip tribunnews.com.
Sutarman menuturkan, karena merasa malu, oknum tersebut akhirnya menembakkan pistolnya sebagai bentuk penyesalan atas tindakannya. Namun, pihaknya akan terus melakukan penyelidikan. "Ini masih dalam penyelidikan," ujarnya.
Dikutip dari laman thecrowdvoice.com, Roh Moo-Hyun, Presiden Korea Selatan yang ke-9 (memangku jabatan pada tahun 2003-2008) pun nekat bunuh diri karena malu telah disangka korupsi.
"Saya sudah mengecewakan rakyat. Saya telah menyebabkan suatu beban besar yang harus mereka tanggung. Saya tidak kuat lagi untuk menjalani kehidupan dengan penderitaan yang begitu besar. Sisa hidup saya ternyata tidak berguna bagi orang lain. Saya tidak dapat berbuat apa-apa karena kesehatan saya yang memburuk. Janganlah terlalu sedih. Bukankah hidup dan mati merupakan bagian dari takdir? Janganlah menyesal. Janganlah menaruh dendam kepada siapapun. Semua sudah menjadi takdir. Bakarlah jazad saya. Tinggalkan sebuah batu nisan kecil di dekat rumah saya. Sudah lama saya memikirkan semua ini," demikian pesannya.
Presiden Lee Myung bak (penggantinya, terpilih 2008), begitu sedih dengan kejadian itu. Menteri Kehakiman Kyung-han mengatakan bahwa kasus yang dituduhkan kepada mantan Presiden itu secara resmi ditutup.
Kematian Roh kemudian diikuti dengan bunuh diri sejumlah elit politik yang sedang mengalami tuduhan korupsi dalam tahun-tahun tersebut, termasuk bekas Sekretaris Perdana Menteri, Kim Young-chul, bekas Walikota Busan (yang tewas bunuh diri di kamar tahanan), bekas Gubernur Jeolla, dan bekas eksekutif Hyundai, Chung Mong-hun.
Sebuah tindakan yang mencerminkan keputusasaan dilakukan oleh Mantan Presiden Taiwan Chen Shui-bian yang dilaporkan melakukan upaya bunuh diri di sel tahanannya di Penjara Taichung saat menghadapi tuduhan korupsi.
Sebagai orang yang dipercaya mengemban tugas, korupsi dan mencuri adalah tindakan sangat tercela. Tak heran jika kemudian mereka merasa malu luar biasa hingga memilih mengakhiri hidupnya, meski ini sangat dilarang oleh agama.
Karena sebuah perbuatan sangat tercela, maka kita harus berani katakan tidak untuk korupsi. Jangan mengampanyekan tekad ini lalu justru melakukan korupsi.
Di sisi lain, penegak hukum harus tegas menindak aparat, pejabat yang korupsi. Hukum mereka seberat-beratnya agar memberi efek jera. Ini agar kelak, bangsa ini terbebas dari apa yang namanya korupsi, sebuah tindakan yang sangat tercela. (*)