Breaking News
Jumat, 22 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pornas Korpri 2013

Insiden Wasit Mogok, Korpri Sulut Sampaikan Permohonan Maaf

Jani Lukas menyampaikan permohonan maaf atas insiden terlambatnya distribusi makanan hingga berujung aksi mogok wasit saat pertandingan voli.

Tayang:
Penulis: Ryo_Noor | Editor: Andrew_Pattymahu

Laporan Wartawan Tribun Manado, Ryo Noor

TRIBUNMANADO.CO.ID,  MANADO -  Jani Lukas, Kepala Sekretariat Korpri Sulut menyampaikan permohonan maaf atas insiden terlambatnya distribusi makanan hingga berujung aksi mogok wasit saat pertandingan voli.

Demikian ia sampaikan saat jumpa pers di Ananas Cafe, Jumat (22/11).

"Kami menyampaikan permohonan maaf, kejadian ini sama sekali di luar dugaan dan tidak disengaja. Kami kaget kami mendapat informasi ini (pemogokan wasit)," katanya.

Sebenarnya, distribusi makanan sudah diserahkan panitia kepada pihak ketiga lewat mekanisme tender.

"Oleh karena pendistribusian makanan minum kami sudah pihakketigakan,maka mereka bertanggungjawab melaksanakan kegiatan itu. Dan itu melalui mekanisme lelang," imbuhnya.

Meski begitu, Lukas menyadari, bagaimana pun juga hal ini berhubungan dengan tugas dan tanggung jawab panitia sebagai tuan rumah dan penyelenggara kegiatan,

"Ke depan diharapkan koordinasi akan lebih baik lagi, dan insiden ini tak terulang lagi, ini terjadi karena ada miss komunikasi dalam penyaluran makan minum di kegiatan Pornas Korpri. Kami sudah rapat dan akan lebih memantapkan komunikasi," kata dia.

Miss komunikasi yang dimaksud Menurutnya, karena ada pemindahan tempat pelaksanaan pertandingan voli hingga makanan yang seharusnya tiba tepat waktu akhirnya terlambat. Jadwal awalnya, pertandingan di gelar di Lapangan SMA Pioner Pumorow, penyedia layanan makanan pun sudah membawa makanan ke alamat tersebut, ternyata pertandingan sudah pindah. Saat hendak dibawa ke SMA 1 Manado, kata Lukas ada yang memberitahu makanan harus dibawa ke Badan Diklat tempat menginap atlet

Belajar dari Insiden ini, panitia kata Lukas pun sudah menanganinya, pada hari kedua distribusi makanan sudah berjalan normal,

"Solusinya sebernanrnya hanya komunikasi. Pihak ketiga pun sudah mengetahui jadwal pertandingan hingga mengetahui tempat makanan di antar. Kalau pun ada perubahan, tugas panitia menginformasikan," sebut dia.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved