Smart Woman

Anti Putus Asa ala Novianti

Jangan pernah menyerah dan cepat putus asa karena Sang Pencipta menciptakan manusia untuk suatu tujuan yang baik.

Hidup adalah perjuangan. Jangan pernah menyerah dan cepat putus asa karena Sang Pencipta menciptakan manusia untuk suatu tujuan yang baik dalam hidupnya.

ITULAH kira-kira sepotong alinea yang bisa mengambarkan pemahaman wanita bernama lengkap Ir Noviati, MURP sebagai tamu Smart Woman Tribun Manado edisi kali ini. Wanita yang biasa disapa Novi ini punya banyak harapan yang seringkali dicap terlalu tinggi padahal baginya tidak ada sesuatu yang terlalu sulit jika manusia berusaha dan melakukannya untuk kepentingan banyak orang.

Atas dasar ini juga sehingga dosen Unsrat Fakultas Teknik Jurusan Arasitektur ini memilih hengkang ke dunia politik pada tahun 2000. "Waktu itu saya dimintakan menjadi calon wakil wali kota Manado oleh salah satu partai. Sayapun tidak pernah menyangka mendapat tawaran itu," ungkap isteri dari dosen Unima Tondano, Ir. Nugrahadjati Purnama.

Menurutnya pilihan itu bisa jadi dipengaruhi karena tulisan-tulisannya yang banyak 'mengelitik' di media massa lokal yang eksis di masa itu. "Saya banyak menulis kritik dan solusi untuk pembangunan dan banyak hal di Kota Manado. Tentu saja semuanya berdasarkan fakta dan analisis ilmiah," ujar wanita berkaca mata ini.

Keputusan terjun ke dunia politik tidak gampang. Banyak hal yang harus Ia pikirkan matang-matang apalagi statusnya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) harus dilepaskan. "Tahun 2004 saya ditawarkan menjadi pengurus PDIP bagian Bandiklat. Lalu tahun 2009 sempat mencoba peruntungan di Dapil Jabar Dua tapi tidak begitu serius. Baru sekarang di Dapil Sulut berharap bisa lebih serius karena saya terbeban untuk membangun dan memaksimalkan semua potensi yang ada di daerah ini," urai alumnus SMAN 3 Bandung ini.

Kemudian rasa keterpanggilan ke sektor politik menjadi makin kuat ketika, Novi melihat sistem yang bobrok dan kian hari kian menjadi penyebab 'bobroknya' mental para anak muda. "Keterpanggilan ini karena saya merasa apa yang saya pelajari tentang urban planning jangan sampai disia-siakan. Lalu, saya sadar banyak hal yang bisa saya lakukan jika mendapat posisi di legislatif atau eksekutif. Bisa mempengaruhi kebijakan yang selama menjadi penentu suatu sistem negara baik atau tidak," katanya.

Novi menuturkan baik tidaknya orang atau warga negara dipengaruhi sistem yang ada dilingkungannya. "Menurut saya sistem yang baik bisa membuat orang yang buruk atau jahat menjadi baik. Contohnya orang Indonesia ke Singapura..yang tidak terbiasa buang sampah sembarangan harus buang sampah sembarangan karena ada sistem denda. Akhirnya orang Indonesia "dipaksa" dan "menjadi" disiplin di Singapura," ungkapnya.

Lantas apa suka dan duka menjadi politisi perempuan? Menurut Novi, rasa duka pasti karena pekerjaan butuh energi fisik maupun 'pemerasan otak' karena analisa dan pemikiran-pemikiran lainnya. Namun semuanya dilakukan atas dasar ingin melihat Kota Manado, Sulawesi Utara menjadi lebih maju dalam berbagai sekotor pembangunan di hal-hal positif. "Sampai saat ini saya ingin berbuat banyak bagi daerah ini. Tugas ibu rumah tangga, pekerjaan dan keinginan untuk masuk dalam sistem membuat jam tidur saya kadang hanya empat jam setiap hari," kata Novi yang pernah menjadi Team Leader pekerjaan penyusunan rencana pembangunan dan pengembangan perumahan dan pemukiman di Kota Gorontalo ini.

Hal paling berkesan bagi Novi adalah kepercayaan partainya yang menjadikannya layaknya 'duta' ketika ada acara tingkat nasional dan internasional. "Saya tak pernah terpikirkan bisa mendapat banyak kepercayaan di dunia politik. Baru-baru ini saya diutus partai menjadi peserta Lemhanas (Lembaga Pertahanan Nasional) khusus partai politik peserta pemilu 2014 di Jakarta. Saya satu-satunya dari Sulut yang diutus PDIP secara nasional. Kepercayaan yang sangat saya syukuri," ungkap wanita yang menguasai lima bahasa ini.

Adapun partainya juga sering mengutus Novi ke berbagai event politik tingkat internasional seperti ke Bangkok-Thailand dan Malaysia. "Beberapa kali ikut strengtheing woman political leaders in southeast Asia yang digelar di Indonesia dan luar negeri sesuai jadwal," kata wanita yang murah senyum ini.

Halaman
12
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved