Minggu, 17 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tarkam di Manado

Tawuran Berulang, Pala Lelah tak Bisa Tidur Tenang

Kepala Lingkungan (Pala) I Kelurahan Mahakeret Barat Berri Walewangko (41) mengaku sudah lelah menghadapi tarkam yang terus berulang di wilayahnya.

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor:

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO ‑ Kepala Lingkungan (Pala) I Kelurahan Mahakeret Barat Berri Walewangko (41) mengaku sudah lelah menghadapi tarkam yang terus berulang di wilayahnya. "Sebagai kepala lingkungan 1 mewakili warga saya, semua ingin damai. Saya pribadi, lelah dengan keadaan seperti ini. Karena setiap malam sampai subuh, saya  tidak bisa tidur dengan tenang, selalu dibangunkan orang," ujar Berri kepada Tribun Manado di kediamannya,  Selasa (12/11./2013).

Menurut Berri, tarkam di wilayahnya biasa terjadi pukul 03.00 hingga 06.00 Wita.  "Tidak tentu jamnya, kadang jam empat, jam tiga, dan jam enam pagi," katanya. Warga kedua lingkungan itu sama-sama menjadi korban. Tidak sedikit rumah yang hancur. "Di lingkungan kami ada juga rumah yang hancur. Kami mengusahakan lewat pengeras suara bahwa anak-anak yang bukan warga Mahkeret Barat supaya di atas jam 11 malam keluar, jangan masuk dan mencampuri," tandas Berri.
Dia mengharapkan suasana damai segera tercipta lagi di Mahakeret apalagi sudah dekat Natal dan Tahun Baru. "Natal sudah dekat, sebaiknya dapat memaknai arti Natal, jangan sampai ada orang yang mau bersilaturahmi malah jadi korban," kata Berri.

Hal senada disampaikan Frangky Lumintang, warga lingkungan III. "Semua menginginkan suasana damai," ujar pria yang berprofesi sebabagai PNS ini. Frangky mengakui kemarin pagi polisi merazia sajam seperti panah wayer dan sebagainya. "Rumah saya diperiksa sampai ke lantai dua, tapi kami tidak menyimpan apa-apa," ujar Frangky.

"Usahakan tawuran ini jangan berlanjut terus, berhubung Natal sudah dekat. Jangan  sampai keluarga kita semua yang ingin berkunjung (saat Natal dan Tahun Baru) menjadi takut dengan keadaan ini, tambah lagi yang terlibat tawuran ini rata-rata masih memiliki hubungan keluarga," tambah Frangky.  (def/alp)

Selengkapnya berita ini dapat Anda ikuti di Tribun Manado edisi cetak, Rabu (13/11/2013).

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved