Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Minggu

Investasi Lintas Generasi

Lihatlah Abraham yang dikenal sebagai orang kaya yang kekayaannya habis pada generasi ketiga. Ia memiliki ratusan budak

Editor:

(Kejadian 12)

Oleh Pendeta Lut Dora, Gereja Kalvari Pentakosta Missi di Indonesia

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pernahkah Anda merenungkan bahwa suatu saat warisan dalam bentuk saham, usaha, harta, tanah bagi anak cucumu akan tidak mencukupi kebutuhan mereka? Atau mungkin suatu saat akan habis di tangan mereka? Ya, itu pasti karena nilainya akan semakin berkurang.

Lihatlah Abraham yang dikenal sebagai orang kaya yang kekayaannya habis pada generasi ketiga. Ia memiliki ratusan budak, yakni 300 ratus ikut berperang bersamanya untuk membebaskan Lot, tapi pada zaman Yakub, generasi ketiga yang berjumlah 70 orang harus mengungsi ke Mesir karena kelaparan yang melanda seluruh wilayah mereka saat.

Ironis bukan? Bahkan mereka dipelihara Allah melalui Yusuf yang menjadi mangkubumi di Mesir. Jadi apa yang patut kita renungkan? Ssssst jangan kira Abraham gagal!

Ia memang kaya materi, tapi kekayaannya tetap tidak dapat mencukupi kebutuhan generasi mereka. Kekayaan materi sebanyak apapun tidak akan dapat mencukupi kebutuhan. Tapi Abraham berhasil menginvestasikan nilai-nilai rohani pada anak cucunya. Imannya kepada Allah menjadi teladan yang hidup bagi Ishak, dan keturunanya.

Bahkan Alkitab mencatat bahwa melalui keturunan Abraham semua bangsa mendapat berkat. Ini bukan hanya investasi lintas generasi tapi juga lintas etnis. Nilai-nilai imannya, melintasi batas-batas ruang dan waktu menembus wilayah dan menjangkau dunia karena keteladan dan ketaatannya.

Kehidupan Abraham memberi inspirasi bagi orang percaya masa kini. Paulus bahkan dalam risalah teologisnya dalam kitab Roma berargumentasi bahwa iman mendahului Taurat dengan menggunakan Abraham sebagai rujukan tunggal membuktikan kebenaran itu.

Jadi, apakah kita sudah memikirkan secara serius cara investasi nilai-nilai rohani kepada anak cucu kita? Nilai mata uang akan berfluktuasi sesuai sentiment pasar, nilai barang mengalami pasang surut. Tapi nilai rohani bersifat kekal dan abadi. Selamat berinvestasi, semoga sukses dalam bisnis iman. Tuhan memberkati selalu. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved