Timnas Sepakbola Indonesia
Evan Dimas Tolak Jadi Bintang Iklan
Indra menegaskan, jika salah seorang anak asuhnya sudah menjadi bintang iklan, dikhawatirkan bisa menimbulkan kecemburuan pemain
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Kapten Timnas Indonesia U-19, Evan Dimas Darmono (18) kini jadi incaran perusahaan untuk dijadikan bintang iklan produk tertentu. Namun remaja kelahiran 13 Maret 1995 ini berani menolak. Evan bahkan rela miskin demi membela negara.
Pelatih Timnas Indonesia U-19 Indra Sjafri menuturkan, beberapa waktu lalu Evan ditawari menjadi bintang iklan salah satu produk dengan bayaran Rp 300 juta. Namun, Indra bangga dengan pemain binaan Persebaya 1927 itu. Menurut Indra, kepada yang menawarkan, Evan menjawab, " Saya jangan diganggu dulu. Saya siap miskin untuk negara ini ".
Indra menegaskan, jika salah seorang anak asuhnya sudah menjadi bintang iklan, dikhawatirkan bisa menimbulkan kecemburuan pemain lainnya, sehingga mengusik kekompakan tim yang dibangunnya selama ini. Indra berharap, pemainnya fokus berlatih guna persiapan Piala Asia U-19 pada 2014 mendatang. "Kita berharap bisa masuk empat besar. Untuk lolos ke Piala Dunia U-20 pada 2015," ujarnya.
Menurut Indra, saat ini tidak tepat waktunya bagi anak asuhnya menjadi bintang iklan. "Sekarang jangan dulu. Nanti setelah Piala Dunia U-20 pada 2015, engak apa-apa," ujar Indra. Indra berharap, anak asuhnya bisa menjadi juara Piala AFC U-19 di Myanmar nantinya. Sehingga pada tahun 2015 bisa terus melaju pada Piala Dunia U-20 tahun 2015 di Selandia Baru.
Sesuai ketentuan, empat tim yang lolos ke semifinal Piala AFC U-19 akan mendapat tiket otomatis ke Piala Dunia U-20 Tahun 2015. "Karena itu, saya dan temen-temen yakin tidak ada yang tak mungkin. Termasuk lolos ke semifinal atau juara," ujar Evan Dimas.
Cita-cita Evan yakni ingin meraih trofi piala Dunia di level senior. "Kalau impian, pasti semua pemain sepakbola akan menyebutkan Piala Dunia sebagai tujuan utamanya. Saya yakin, dengan dukungan semua pihak dan seizin Allah SWT, impian itu bisa terwujud kok," ujar Evan Dimas. (tribunnews/oro/tem)