Smart Women
Aryanthi Baramuli Membawa Pesan dari Pedalaman
Tentu saja komentar tersebut dalam kapasitasnya sebagai politisi perempuan yang pengaruhnya sudah ke tingkat nasional bahkan
Oleh Yudith Rondonuwu
TRIBUNMANADO.CO.ID - Menjadi seorang politisi bukanlah duduk nyaman dan menikmati posisi elit. Politisi adalah seorang pembawa aspirasi. Demikianlah prinsip dasar Aryanthi Baramuli Putri, politisi perempuan tangguh dari Sulawesi Utara.
"Menjadi politisi itu juga merupakan kepercayaan yang harus dijaga karena akan berhadapan dengan masyarakat yang akan merasakan dampak dari setiap kebijakan yang dipengaruhi sikap politik yang kita ambil nantinya," ungkap anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) yang kini mencalonkan diri lagi untuk bisa berjuang di lembaga legislatif ini kepada Tim Edisi Minggu Tribun Manado.
Tentu saja komentar tersebut dalam kapasitasnya sebagai politisi perempuan yang pengaruhnya sudah ke tingkat nasional bahkan internasional. Pengaruh tersebut menurut Aryanthi, merupakan posisi kuat dalam mendapatkan keadilan dalam pengelolaan suatu daerah atau bahkan bangsa dan negara. "Sebagai wakil rakyat kita tak bisa memungkiri akan tugas kita untuk mempengaruhi pemerintah dalam hal ini pihak eksekutif agar bisa bertidak lebih fokus pada kepentingan bersama dan mengesampingkan kepentingan-kepentingan pribadi. Contoh kecil dalam pelaksanaan proyek pembangunan jalan atau jembatan jangan sampai tidak teralisasi atau bahkan menjadi asal jadi hanya karena sikap egois dari seorang pemimpin proyek atau pihak lainnya," tutur wanita yang akrab disapa ABP ini.
Ada banyak pengalaman menarik dalam kehidupan wanita murah senyum ini. Ketika menjabat sebagai anggota DPD RI misalnya. Ia punya terget kunjungan ke daerah-daerah pedalaman. Tak jarang ia lupa makan, beberapa kali harus sakit seperti flu bahkan harus terkilir hanya demi memaksakan diri untuk memenuhi permintaan kunjungan ke daerah-daerah. "Saya anggota legislatif yang sangat menghargai aspirasi masyarakat. Dan sebuah kehormatan bagi saya untuk bisa memberi diri dalam membantu orang lain daripada menerima pemberian dari orang lain," kata wanita yang pernah meraih penghargaan The Indonesian Best Enterpreneur Award pada 2001, Citra Wanita Pembangunan Indonesia 2003 Woman of The Year 2003 dan Bintang Kehormatan Legiun Veteran 2005.
Aryanthi juga pernah menyeberangi lautan kendati hanya dengan perahu kecil. Pengalaman ini terjadi di beberapa daerah saat dia berkunjung ke Kecamatan Likupang Timur dan Barat, Kabupaten Minahasa Utara. Dia bergerak dari satu pulau ke pulau kecil yang lain hanya dengan perahu katinting.
Pengalaman menyeberangi pulau sudah menjadi hal biasa bagi Penasihat Komisi Daerah (Komda) Perlindungan Anak (PA) Sulut ini. Apalagi saat ini ia terus ikut memperjuangkan aspirasi warga Pulau Bangka, Likupang yang tidak ingin ada pertambangan biji besi di daerahnya.
Perjuangan ini bahkan membawanya harus mendekatkan diri kepada sejumlah pejabat di pusat dalam kapasitasnya sebagai legislatif tentunya. Seperti mempertanyakan langsung kepada Menteri Pekerjaan Umum (PU) di Jakarta dalam Rapat Kerja Komite II DPD RI Rabu (5/9) lalu agar ada ketegasan Menteri terkait tata ruang di Pulau Bangka (Sulut) sebagai daerah perlindungan dan bukan pertambangan.
Inilah sosok Aryanthi Baramuli Putri, terjun ke pedalaman untuk membawa pesan dan memperjuangkannya ke pusat. Terus Berkarya Aryanthi! (*)
Biofile
Nama lengkap: Aryanthi Baramuli Putri SH MH
Nama panggilan: ABP/ Aryanthi
Tpt, tgl, lahir: Jakarta, 18 Oktober 1964
Profesi/Pekerjaan: Anggota DPD RI, Pengusaha
Hobi: Yoga/Olahraga dan Membaca
Makanan favorit: Biapong kacang
Minuman favorit: Air putih
Warna favorit: Putih dan Hitam
Nama ayah: DR A.A Baramuli SH (Alm)
Nama ibu: Prof. A.N. Baramuli-Kaunang. SH., MBA., MSc., MTh., Phd
Nama suami: R. Gunandar H. Djajasasmita. SH (Alm)
Nama anak: Andhika Yahya Santiago Baramuli LLB (20 Tahun), Anissa Noor Fitri (7 Tahun)
Motto hidup: Iman, Ilmu, Amal
Pendidikan
1969 - 1970 : TK Regina Pacis, Jl. Palmerah Utara I, Slipi - Jakarta Barat.
1971 - 1972 : International School Vilsteren, Huize Vilsteren, Vilsteren (Ommen), The Netherlands/ Belanda.
1973 - 1974 : SD Sudirman, Jl. Jend Sudirman, Jakarta.
1974 : SD Blok P V Pagi - Jakarta, Jl. Brawijaya, Kebayoran Baru, Jakarta.
1975 - 1977 : SMPN 72 Jl. Petojo Binatu No. 2, Gambir, Jakarta Pusat.
1978 - 1981 : SMAN IV, Jl. Batu No. 3, Jakarta.
1981 - 1987 : Fakultas Hukum, Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta
1999 - 2005 : Program Magister Ilmu Hukum, UKI Jakarta
Karier
Chairwoman di Poleko Group
Anggota DPD RI
Sumber: Tribun Manado cetak