KTT APEC
Ngurah Rai Ditutup 3 Hari, Wamenparekraf Angggap sebagai Pengorbanan
Wamenparekraf, Sapta Nirwandar, menyebut keputusan menutup Bandara Ngurah Rai itu sebagai pengorbanan
TRIBUNMANADO.CO.ID, SOLO - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tidak mempermasalahkan penutupan Bandara Internasional Ngurah Rai Bali selama pelaksanaan KTT ke-21 di Bali.
Wamenparekraf, Sapta Nirwandar, menyebut keputusan menutup Bandara Ngurah Rai itu sebagai pengorbanan yang tidak dipermasalahkan dan bahkan telah dipersiapkan sejak awal.
"Jauh hari sebelumnya, telah kita umumkan dan kita persiapkan terkait rencana penutupan Bandara Ngurah Rai, selama penyelenggaraan KTT APEC, yaitu dari tanggal 6 hingga 9 Oktober 2013. Saya kira ini memang salah satu pengorbanan tetapi tidak masalah bagi kita," kata Sapta Nirwandar di sela-sela menghadiri pembukaan World Toilet Summit (WTS) 2013 di The Sunan Hotel, Solo, Rabu (2/10/2013).
KTT APEC ke-21 di Bali, kata Sapta, memang harus diselenggarakan dengan sangat tertata dan cermat karena selain menjaga citra bangsa dan negara juga akan menjadi ajang promosi terbesar bagi Indonesia. Hal tersebut mengingat KTT tersebut dihadiri 21 kepala negara dari penting di dunia dan juga dihadiri dihadiri sekitar 1.200 CEO dari berbagai perusahaan dunia.
Menurutnya, selama pelaksanaan KTT APEC, jumlah wisatawan yang datang ke Bali akan tidak kurang dari 5.000 orang. Para tamu tersebut tentunya akan memberikan dampak ekonomi langsung maupun tidak langsung cukup besar bagi Bali dan Indonesia.
Selain itu pelaksanaan KTT APEC di Bali juga akan mampu mengangkat Indonesia bukan hanya sebagai negara tujuan wisata alam tetapi juga menjadi lokasi yang tepat untuk Meetings, Incentives, Conventions, Exhibitions (MICE).
"Tidak ada masalah ada penutupan sementara karena ini akan menjadi media bagus untuk memasukkan wisatawan ke Bali berikutnya yang lebih banyak setelah pelaksanaan KTT APEC lancar," ujarnya. (det)