Pesta Seni Remaja GMIM
Pety Latihan Dirigen Kilat Hanya Empat Hari
Preety Chelsea Boham, dirigen paduan suara jemaat GMIM Nafiri Bitung I, kini sedang bersuka cita atas prestasi yang dicapai timnya.
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor:
Laporan wartawan Tribun Manado Christian Wayongkere
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Preety Chelsea Boham, dirigen paduan suara jemaat GMIM Nafiri Bitung I, kini sedang bersuka cita atas prestasi yang dicapai timnya meraih poin tertinggi 82,82 pada babak final Mixed Youth Choir atau Paduan Suara Seri A PSR Sinode GMIM tahun 2013 di jemaat GMIM Saptamarga Solafide Perkamil.
Dalam wawancara dengan Tribun Manado, Senin (2/9/2013), Pety begitu dia disapa sempat terkejut dengan kepercayaan yang diberikan pelatihnya sebagai dirigen. "Awalnya saya kaget ditunjuk pelatih sebagai dirigen karena dalam keikutsertaan tahun lalu di seri B saya sebagai penyanyi nanti promosi ke seri A tahun ini saya ditunjuk menjadi dirigen," ucap Pety.
Putri pasangan Ronny Boham dan Lenny Putong ini mengaku dalam menjalani latihan sebagai seorang dirigen sangat berbeda dengan latihan sebagai penyanyi dalam suatu paduan suara. "Kalau latihan dirigen susah palunya, sulit hafal ketukannya dan bagaimana cara untuk membesarkan dan memperkecil suara dari teman-teman saat sedang menyanyi di atas panggung," tutur penggemar bulu tangkis ini.
Lanjutnnya menceritakan pengalamannya menjalani latihan sebagai dirigen diperolehnya secara kilat sebelum tampil pada babak penyisihan Mixed Youth Choir Seri A di jemaat GMIM Petra Ranomut. "Saya latihan dirigennya kilat hanya empat hari sebelum tampil pada hari Jumat (30/8/2013). Dilatih oleh pelatih bagaimana bisa membuat penyanyi menghayati lagu, semangat dan cara dirigen yang baik," ujarnya.
Pety menambahkan, dirinya menjadi dirigen juga karena terinspirasi dari sang oma yang menggeluti profesi dirigen.
Bagaimana dengan membagi waktu antara latihan dan sekolah? Baginya sekolah merupakan prioritas nanti latihan seusai pulang sekolah. "Intinya membagi waktu antara latihan dan sekolah," tandas siswa kelas X SMAN 2 Bitung ini.
Terpisah, Ronny Boham orangtua Pety mengaku bangga dengan prestasi yang diraih putrinya sebagai dirigen. "Tentunya sebagai orangtua sangat bangga dan senang anak kami bisa berprestasi dalam memuji dan memuliakan Tuhan melalui dirigen," kata Ronny.
Menurut pria yang menduduki jabatan Ketua Komisi B DPRD Kota Bitung ini, sebagai orangtua selalu memberikan dukungan kepada buah hatinya untuk menekuni dirigen dalam suatu paduan suara khususnya di jemaat mereka berdomisili. "Selain bangga sebagai orangtua dan jemaat, ini merupakan prestasi dan mengharumkan nama Kota Bitung karena kami merupakan satu-satunya peserta dari Bitung bisa raih poin tertinggi dari penyisihan hingga babak final dan akan bersiap untuk masuk seri A1," pungkasnya.