RENUNGAN MINGGU

Cara Mencapai Kehormatan

Sekarang ini orang sering mengejar kehormatan dan kedudukan.

Oleh Pastor Johanis Pinontoan, pr
Pastor Paroki Santo Fransiskus Xaverius Kakaskasen.

Sekarang ini orang sering mengejar kehormatan dan kedudukan. Sudah mendapat kedudukan ingin mendapat kedudukan yang lebih tinggi. Sudah mendapat kekayaan ingin mendapat kekayaan yang lebih lagi.

Dalam bacaan kitab suci hari ini Yesus mengkritik dua hal. Pertama soal duduk di tempat acara. Yesus ingin agar orang mencari bentuk penghormatan yang wajar.Kalau duduk jangan mencari tempat di depan. Bisa jadi ada orang yang lebih berhak duduk di situ. Ada orang yang lebih berhak. Yang kedua, ia menginginkan jika ada acara, tuan rumah
harus mengundang semua orang miskin bukan yang kaya.

Dalam arti ini, Ia mengkritik orang Farisi dan Ahli Taurat karena mementingkan kehormatan dan kekuasaan daripada pewartaan. Kritik itu juga dialamatkan kepada kita. Yesus tidak melarang kita untuk mendapatkan kehormatan.Tapi jangan kita mencari kehormatan dan kekayaan itu secara tidak benar. Memang insting atau mindset mencari
kehormatan itu manusiawi tapi jangan sampai hal itu membuat orang lain dirugikan.

Yesus sama sekali tidak melarang orang mencapai kehormatan tapi ia mengkritik cara orang mendapatkan kehormatan itu. Misalnya budaya mencari muka. Akhirnya banyak yang bukan mendapatkan kehormatan tapi kekecewaan.

Hal lain yang diajarkan Yesus ialah tentang mengundang. Banyak orang yang mengundang orang kaya supaya uangnya kembali. Orang kaya datang untuk mengganti biaya pesta. Ini artinya, Yesus mengajarkan kita untuk memberi banyak kepada semua orang. Pemberian itu harus tanpa syarat dan tanpa pamrih. Pemberian harus tanpa mengharapkan balasan.

Penulis: David_Manewus
Editor: Andrew_Pattymahu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved