Ahok Yakin Bisa Geser Barang 'Made in China'

Produk China kini dengan mudah bisa ditemukan di Tanah Air. Mulai baju hingga gadget China dewasa ini makin berserakan di Indonesia.

Ahok Yakin Bisa Geser Barang 'Made in China'
MERDEKA/ARIE BASUKI
Ahok dan UMKM. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Produk China kini dengan mudah bisa ditemukan di Tanah Air. Mulai baju hingga gadget China dewasa ini makin berserakan di Indonesia.

Lucunya, para produsen dalam negeri tak mampu bersaing dengan mereka. Alhasil, masyarakat lebih kenal dan gemar menggunakan barang-barang Made in China ketimbang produk dalam negeri. Keadaan ini sungguh memprihatinkan. Apalagi Indonesia punya SDM dan alat-alat produksi yang sebenarnya tak kalah modern dengan perusahaan-perusahaan dari Negara Tirai Bambu itu.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama juga sedih dengan keadaan ini. Dia yakin Indonesia mampu memproduksi barang terutama produk kreatif yang lebih baik dari produk China.

Pria yang akrab disapa Ahok itu mencontohkan, saat ini jika orang berlibur ke Jakarta, tak tahu akan membeli apa yang bisa dijadikan suvenir.

"Ketika ingin promosi Jakarta Baru, banyak orang bingung ke Jakarta mau beli apa. Kalau ke luar negeri, suvenir-suvenir yang kecil-kecil didesain unik oleh negaranya, tapi bedanya ada tulisan made in China. Kita ingin desain dari kita, made in pun made in Jakarta," kata Ahok saat menghadiri Jakarta Suvenir Design Kreatif (JSDA) di Senayan City, beberapa waktu lalu.

Ahok berjanji akan memberi wadah kepada mereka agar bisa mengembangkan produk kreatif yang dapat bersaing sampai ke internasional.

"Pak Arie (Kepala Dinas Pariwisata) harus anggarkan buat kita bantu anak-anak muda ini sehingga bisa produksi massal. Kan sudah dikasih paten semuanya kan. Supaya orang suka datang ke Jakarta," perintah Ahok.

Untuk mendukung kegiatan ini, Ahok meminta anak buahnya untuk mempersiapkan aula di Monas menjadi ruang pameran produk kreatif terutama yang mencirikan Jakarta. Dengan cara ini, Ahok yakin barang produksi anak Indonesia terutama Jakarta bisa menggeser barang-barang made in China.

"Kita ingin desain dari kita, made in pun made in Jakarta. Yang penting konsisten, tidak boleh kalah sama premanisme. Bangsa Indonesia tak mungkin kalah," tandasnya. (mdk)

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved