Kuliner Ramadan

Bisnis Kue Kering di Manado Masih Kering

Ramadan, apalagi Lebaran tak pernah sepi dari kue kering. Namun penjualan kue kering tahun ini menurun.

Bisnis Kue Kering di Manado Masih Kering
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi.

Ramadan, apalagi Lebaran tak pernah sepi dari kue kering. Namun penjualan kue kering tahun ini menurun.

SEJUMLAH pedagang kue kering mengeluh. Permintaan makanan khas Ramadan dan Lebaran itu menurun.

Lily misalnya, pedagang yang sudah lama malang-melintang memasarkan kue kering mengaku sejauh ini masih ada yang memesan kue kepadanya. "Setidaknya permintaan pembeli sudah mulai terlihat," ungkap Lily, Senin (22/7/2013).

Namun, kata dia, dibanding tahun-tahun sebelumnya, jelas tahun ini lebih sepi.
"Tahun lalu, hari‑hari begini sudah banyak kue yang laku. Tapi sekarang yang beli hanya bisa dihitung jari," ungkapnya lagi.

Lily menganalisa, ini akibat melonjaknya harga kebutuhan pokok dan kenaikan harga bahan bakar minyak sehingga daya beli terhadap kue kering berkurang. "Semua harga melonjak. Apalagi bertepatan dengan masuknya tahun ajaran baru bagi anak sekolah," kata Lily.

Lily pun berharao, penjualan kue kering akan semakin meningkat saat mendekati Lebaran. "Biasanya seminggu sebelum Lebaran ramai sekali. Tapi tidak tahu tahun ini seperti apa. Semoga tidak kalah ramai dari tahun‑tahun kemarin. Kondisi pasar yang sepi sekarang ini semoga tidak akan berlanjut nanti," kata Lily.

Terdapat 15 jenis kue yang dijual Lily dengan harga bervariasi. Mulai dari Rp 50 ‑ 150 ribu. Lily sendiri sudah 20 tahun berdagang kue kering di dalam mobil yang disewanya.

Biasanya ia berjualan di dalam mobil dan mangkal di Pasar 45 Manado. Usaha tersebut merupakan usaha dari kakak beradik Lily. "Hasil dari usaha ini lumayanlah. Sudah bisa menabung dan punya rumah sendiri," ungkapnya.

Lesunya pasar kue kering juga dirasakan Sance dan Kartini. Sance mengaku penjualan kue keringnya sepi‑sepi saja. "Tahun ini agak kurang. Tahun lalu tiga minggu sebelum Lebaran pembeli sudah ramai," kata Sance.

Menurut Sance, hal tersebut disebabkan naiknya harga‑harga bahan pokok. "Sekarang kan bertepatan dengan naiknya BBM. Juga tahun ajaran baru bagi anak sekolah. Pastinya kebutuhan sekolah anak‑anak akan lebih diutamakan," katanya.

Sance yang sehari‑harinya jualan di Pasar 45 ini menjual 20 jenis kue yang berbeda. Ia berharap agar penjualan kue keringnya bisa naik. "Semoga banyak rejeki tahun ini, paling tidak, tidak merugilah," kata Sance.

Begitu juga dengan Kartini. Ia mengaku penjualannya masih sepi. "Sejauh ini permintaan masih sepi. Tidak seramai tahun lalu. Biasanya hari‑hari begini sudah lumayan banyak," katanya.

Seorang pembeli berkata, harga kue kering tahun ini lebih mahal dari tahun‑tahun lalu. "Harga kue kering  tahun ini naik semua. Lebih mahal ketimbang tahun‑tahun lalu. Karena mahal, saya membeli lebih sedikit dibanding Lebaran tahun kemarin," katanya. (finneke wolojan)

Sumber: Tribun Manado cetak.

Penulis: Finneke
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved