Masalah SUTT, Polisi Tinggalkan Desa Sea

Warga Desa Sea Jaga III yang tetap nekat menentang penggalian lubang pembangunan menara SUTT.

Masalah SUTT, Polisi Tinggalkan Desa Sea
Kapolsek Pineleng, AKP Arke Palundun berusaha menahan emosi warga Desa Sea Jaga III.

Laporan Wartawan Tribun Manado Deffriatno Neke

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO- Warga Desa Sea Jaga III yang tetap nekat menentang penggalian lubang pembangunan menara SUTT, Polisi akhirnya menghentikan niat PLN untuk melakukan penggalian. Selain itu, anggota kepolisian yang melakukan penjagaan mulai ditarik.

"Pekerjaan (penggalian menara SUTT) kami Tunda, untuk itu yang disampaikan tadi, tolong dirembuk dan disampaikan dalam pertemuan nanti," kata Kapolsek Pineleng, AKP Arke Palundun, kepada warga Desa Sea Jaga III, Rabu (17/7). 

Ia menambahkan, dalam pertemuan dengan pihak pemda dan terkait, warga bisa menyampaikan aspirasinya. Sehingga bisa dicari jalan keluarnya. Namun tiba-tiba saja warga Desa Sea Jaga III kembali berteriak ketika Kapolsek meminta warga menghindari dari orang yang tak bertanggung jawab.

"Disini hak kami, disini tanah kami, siapa yang tidak bertanggung jawab, oorang bertanggung jawab semua disini. Ini terjadi hanya begini-begini terus. Kami hanya berhubungan dengan PLN bukan dengan polisi," teriak seorang warga.

Teriakan warga tersebut dapat ditenangkan Kasat Sabhara Polresta Manado, Kompol Paulus Balamba, yang di berada di lokasi. Ia mengatakan, bahwa agar masyarakat dapat menahan diri dan bisa menyampaikan aspirasinya dalam pertemuan nanti.

"Kami disini polisi hanya mengamankan saja. Jadi silahkan bapak ibu nanti bisa menyampaikan aspirasinya dalam pertemuan nantinya," ujar Paulus.

Setelah berhasil menenangkan warga, Polisi pun menarik diri diikuti dengan tepuk tangan warga Desa Sea. (def)

Editor: Andrew_Pattymahu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved