Pembunuhan Ayu Basalamah
Adegan Lengkap Rekonstruksi Pembunuhan Bos Salon Kotamobagu
Rekonstruksi atau reka ulang pembunuhan Abdullah Basalamah alias Ayu di Kotamobagu berjalan 5 setengah jam.
Penulis: | Editor:
Laporan wartawan Tribun Manado Edi Sukasah
TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU ‑ Rekonstruksi atau reka ulang pembunuhan Abdullah Basalamah alias Ayu di Kotamobagu, Sabtu (13/7/2013) menghabiskan waktu sekitar 5 setengah jam. Sedikitnya 62 adegan diperagakan kembali RZ, AA, dan KM, tiga tersangka pembunuh Ayu, di 13 titik di Kotamobagu.
Setelah melakukan berbagai persiapan, Tim Polres Bolmong bersama tersangka menuju lokasi pertama di kediaman RZ di Mogolaing sekitar pukul 9.30 Wita. Kehadiran mereka menyita perhatian warga. RZ dan AA dibawa dalam truk berpengamanan ketat. Sementara KM dijaga Polwan di dalam mobil feroza.
Selain Kepala Satreskrim Polres Bolmong AKP Iverson Manosso, Kepala Polres Bolmong AKBP Hisat Siallagan juga ikut memantau rekonstruksi. Hadir pula dua pengacara tersangka, yakni Hason Ente dan Kasman Damopolii. Balai Pemasyarakatan (Bapas) Manado juga menurunkan Recky Lumingkewas.
Di lokasi pertama reka ulang, RZ berangkat dari kediamanya di Mogolaing menuju rumah AA di kelurahan yang sama. Mereka lalu bersama menuju warung di Jalan Adampe Dolot. RZ membeli lakban bening dengan uang Rp 20 ribu. Setelah mendapat kembalian, mereka balik ke rumah AA untuk ambil jaket.
Selanjutnya mereka menuju Salon Ayu pada Minggu (16/6/2013) malam.
Namun sebelum sampai di salon yang berada di Jalan Datoe Binangkang, mereka singgah di tempat tambal ban tak jauh dari salon. Mereka memantau situasi. RZ pun menelpon Ayu. Kemudian mereka minum‑minum di tempat rental PS di belakang Kantor Kelurahan Genggulang sampai sekitar pukul 24.00 Wita.
Setelah itu, dua remaja ini kembali ke bengkel dekat Salon Ayu. RZ kemudian menelpon kembali Ayu. Setelah merasa aman, RZ dan AA memarkirkan motor mereka di Lorong Maluku yang berada di depan tempat tambal ban tersebut. Mereka kemudian mendatangi salon.Sementara beberapa remaja masih tampak nongkrong dan minum‑minum di depan distro di seberang Salon Ayu. RZ dan AA masuk melalui belakang dengan terlebih dahulu memanjat dinding antara kos‑kosan dan halaman belakang salon. Mereka masuk lewat belakang. Dan di sinilah terjadi pembunuhan serta perampasan barang‑barang milik Ayu.
Setelah itu kedua remaja yang baru lulus SMA ini menuju kediaman AA. Mereka kemudian membagi uang yang diambil dari laci dekat meja kasir Ayu. Total uang Rp 450 ribu yang terdiri dari pecahan Rp 50 ribu. AA mendapat bagian Rp 130 ribu. Handphone (HP) BlackBerry Torch dengan ponsel berwarna putih dipegang RZ. Mereka membuang sebagain barang bukti di tong sampah di Lapangan Molinow seberang Masjid Al Munawar. RZ lalu mendatangi rumah pacarnya di Bilalang. RZ menyerahkan BB Torch kepada sang pacar, yakni KM. KM membuka kartu di kamarnya sementara RZ pergi lebih dulu ke warnet yang berada di desa itu.
Sepasang kekasih ini kemudian ke Ilongkow, dekat Rumah Dinas Bolmong di Kelurahan Kotobangon. Di sini, RZ menyerahkan lagi sebagian barang curian. Menurut pengakuan KM, mereka juga sempat memadu kasih di tempat ini. Hari telah berganti. Senin (17/6/2013) pagi mereka sempat sarapan di Cafe Coklat.
Sehabis dari Cafe Coklat, RZ dan AA mendatangi Toko Mas Kota Asia. Mereka menanyakan keaslian barang yang mereka curi. Rupanya, perhiasan yang mereka curi imitasi. "Memang saat itu ada yang datang untuk mengecek emas atau bukan. Tapi barang itu imitasi," kata Suryati Tindage, Pemilik Toko Mas Kota Asia.
Sumber: Tribun Manado cetak.