Rabu, 10 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pembunuhan Ayu Basalamah

Polwan Menggeledah, Temukan BB di Tubuh KM

Tiga hari sebelum puncak peringatan HUT ke-67 Bhayangkara digelar, Senin (1/7/2013), Polres Bolmong berhasil mengungkap kasus menghebohkan.

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor:

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Tiga hari sebelum puncak peringatan HUT ke-67 Bhayangkara digelar, Senin (1/7/2013), Polres Bolmong berhasil mengungkap kasus menghebohkan yakni pembunuhan bos Ayu Salon, Abdullah 'Ayu' Basalamah di Kotamobagu.

Kasus menyangkut korupsi, kekerasan dan narkoba kini sedang menjadi konsentrasi Polri. Tak terkecuali Polda Sulut. Dan di puncak peringatan HUT ke-67 Bhayangkara kemarin, Kapolda Ulut, Brigjen Robby Kaligis berjanji akan lebih banyak bekerja dari pada bicara dalam menuntas kasus-kasus tersebut.

Dikatakannya, fakta di lapangan akan membuktikan bahwa polisi bekerja. Polisi, kata dia, bekerja untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi masyarakat. Dia pun berjanji akan terus melakukan koordinasi dengan tokoh masyarakat dan pemerintah untuk menjaga keamanan dan memberantas segala tindak kejahatan.

Kapolda juga menyatakan akan melanjutkan program pendahulunya, Brenti Jo Bagate demi menurunkan angka kriminalitas. Tentu juga program lainnya yang membawa banyak manfaat bagi masyarakat.

Sementara menyangkut penuntasan kasus pembunuhan Ayu, polisi terus mendalaminya.Termasuk, pendalaman tentang kemungkinan para tersangka dikendalikan oleh pihak lain dalam melakukan pembunuhan terhadap aktivis waria di Kotamobagu itu.

Polisi saat ini telah menetapkan tiga tersangka pada pembunuhan yang menggegerkan Kotamobagu, Senin 17/6) lalu itu. Mereka adalah tiga remaja, yakni RZ (18), AA (17) dan KM (19). KM yang saat ini tercatat sebagai mahasiswi semester empat di sebuah Akademi Keperawatan di Kotamobagu merupakan pacar KM.

"Penyidikan ini belum selesai. Ada bahan keterangan yang masih kami kumpulkan untuk memastikan apakah ia (tersangka) berinisiatif sendiri atau ada orang lain yang mendalangi. Tapi sampai saat ini, kami belum bisa katakan tersangka dipakai oleh orang lain," ujar Kepala Polres Bolmong AKBP Hisar Siallagan, Senin (1/7/2013).

Bahkan, Hisar mengatakan, tidak menutup kemungkinan KM yang mengendalikan RZ dan AA. Apalagi, peran AA pada tindak kriminal tersebut diajak serta oleh RZ. Kemungkinan‑ kemungkinan lainya juga bisa saja terjadi. Namun dia menegaskan, hal tersebut tergantung pada hasil penyidikan.

Penyidik juga menggali tentang KM. Berdasarkan cerita pihak keluarganya, KM pernah berselisih dengan Ayu. Hal tersebut juga masih terus digali. Apalagi, kata Hisar, KM merupakan perempuan yang pintar dan cerdik. Hal tersebut seperti terjadi saat penangkapan perempuan ini. Dia masih terus mengelak kendati semua petunjuk mengarah kepadanya.

"Dia (KM) bahkan menyembunyikan BB Ayu di tubuhnya. Dia beralasan sakit perut dan berupaya berpura‑pura ke toilet, sampai akhirnya Kasatreskrim memerintahkan Polwan untuk menggeledahnya," kata Hisar menceritakan saat jelang penahahan KM.

Polisi juga menggali tentang prilaku tersangka kepada masing‑masing keluarga dan keluarga korban. RZ diketahui sudah mengenal Ayu sejak SMP. "Dia berteman dengan Ayu sejak SMP. Entah pertemanan seperti apa, namun itu yang tersangka sampaikan," kata Hisar.

Menurutnya, benang merah ada pada RZ dan KM. "Kami belum mengetahuinya karena keduanya sampai saat ini masih bungkam. Kami akan gali, namun saya pastikan kita tak bisa paksakan sesuatu karena opini, tapi itu apa adanya. Motifnya adalah perampokan dengan kekerasan," kata dia menegaskan. (kev/suk)

Selengkapnya baca Tribun Manado cetak.

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved