Pembunuhan Ayu Basalamah
Ayah Tersangka Pembunuh Ayu, Lunglai
Kaget bukan kepalang. Itulah reaksi keluarga RZ (18), satu dari tiga tersangka pembunuhan bos Ayu Salon.
Penulis: | Editor:
Laporan wartawan Tribun Manado Edi Sukasah
TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU ‑ Kaget bukan kepalang. Itulah reaksi keluarga RZ (18), satu dari tiga tersangka pembunuhan bos Ayu Salon, Abdullah 'Ayu' Basalamah. Minggu (30/6/2013), ayah tersangka, Deng membesuk anaknya di sel Mapolres Bolmong. Deng tidak sendirian. Dia ditemani sang kakak, Dolly Zulhadi.
Deng tampak lunglai. Tatapannya kosong. Lebih banyak melamun dan berat untuk bicara. Dia masih tak percaya, anaknya yang baru lulus SMA dan mendaftar di salah satu perguruan tinggi itu terlibat pembunuhan Ayu.
"Keluarga masih kaget dengan kejadian ini. Saya datang ke Polres untuk menemani adik saya (Deng), yang sampai saat ini masih kaget. Dia (tersangka RZ) keponakan saya," ujar Dolly kepada Tribun Manado saat berada di depan ruang Satuan Reserse dan Kriminal Mapolres Bolmong.
Dolly pun mengaku tak menyangka heboh pembunuhan terhadap perias pengantin kondang di Bolmong Raya itu melibatkan keponakannya. "Setelah kejadian itu sampai sebelum penahanan, dia berperilaku biasa‑biasa, tak ada perubahan. Kalau memang ada sesuatu pasti berubah sikap atau bagaimana. Bahkan, pada saat penahanan, dia tampak tak tahu apa‑apa," kata Dollu yang tercatat sebagai pejabat di Pemkot Kotamobagu yakni Asisten I Bidang Pemerintahan.
Seperti diwartakan, teka-teki tewasnya bos Ayu Salon, Abdullah 'Ayu' Basalamah akhirnya terungkap. Aktivis waria yang ditemukan tewas mengenaskan di dalam salon, Senin (17/6) lalu itu, ternyata diduga dibunuh dua remaja asal Kotamobagu.
Kotamobagu, Senin (17/6) itu geger. Abdullah Basalamah alias Ayu (47) ditemukan tewas di salon miliknya. Mulut Ayu dilakban. Tangan dan kaki diikat menggunakan lakban.
Kondisi tubuhnya pun memprihatinkan. Kepala bagian belakang terdapat bekas pukulan benda tumpul, sementara pelipis kanannya tampak lebam. Sang keponakan, Indriyana Paputungan yang kali pertama menemukan Ayu tewas, menjerit histeris. Indriyana menemukan Ayu tewas sekitar pukul 14.00 Wita.
Terkuaknya pembunuhan Ayu ini disampaikan Kapolres Bolaang Mongondow, AKBP Hisar Siallagan. Dua remaja laki-laki dan satu mahasiswi ditangkap pada Jumat (28/6) sekitar pukul 21.00 Wita, di tempat terpisah.
"Kami telah menetapkan dua tersangka dengan inisial RZ usia 18 tahun dan AA masih berusia 17 tahun. Mereka baru lulus SMA, " ujar Kepala Polres Bolmong AKBP Hisar Siallagan di Mapolres Bolmong, Sabtu (29/6).
Dijelaskan Hisar, pembunuhan Ayu ini bermotif ekonomi. Sebelumnya kasus tewasnya Ayu sempat memunculkan spekulasi terkait masalah politik dan motif bisnis.
"Motif sementara adalah pencurian dengan kekerasan. Kami telah menyita BB Torch dan perhiasan milik korban yang berada di tangan seorang mahasiswi berinisial KM (19). KM adalah pacar RZ. Dia mahasiswi Akademi Kebidanan," kata Kapolres.
Pihak kepolisian datang ke kediaman orangtua RZ pada Jumat (28/6) malam. Saat itu, remaja ini tak ada di rumah. Ayah RZ kemudian menghubunginya untuk pulang. Saat polisi menanyakan tentang Ayu, RZ mengaku mengenalnya. Pada malam itu juga RZ digiring ke Polres Bolmong.
Dolly mengatakan, keluarga mencukupi kebutuhan remaja yang baru saja lulus dari SMA. Rencananya, RZ akan kuliah di sebuah sekolah tinggi di Kotamobagu. "Biaya‑biaya seperti uang pendaftaran dan lain‑lainnya sudah selesai. Tiba‑tiba ada kejadian ini," kata dia.
Keluarga juga belum mengetahui jika ada persoalan lain antara Ayu dan RZ. Padahal, seminggu sebelum kejadian, RZ pernah gunting rambut di Ayu Salon yang terletak tak jauh dari Bundaran Paris Kotamobagu.