Pembunuhan Ayu Basalamah
Penyidik Periksa Sembilan Orang
Penyidik Polres Bolmong memanggil sembilan orang untuk memberikan keterangan tentang kematian Abdullah 'Ayu' Basalamah.
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Penyidik Polres Bolaang Mongondow (Bolmong) memanggil sembilan orang untuk memberikan keterangan tentang kematian Abdullah 'Ayu' Basalamah. Permintaan keterangan tersebut berlangsung sejak Senin (17/6/2013) malam.
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Bolmong AKP Iver Manossoh mengatakan sembilan orang itu terdiri dari keluarga, teman dan kerabat dekat korban yang bersama atau melihat Ayu beberapa saat sebelum Ayu tewas. "Saat ini, baru sembilan yang kami mintai keterangan," ujar Iver, Selasa (18/6/2013).
Dia memastikan, Ayu mengalami luka di bagian kepala, lutut, dan punggung. Namun Iver tak mengungkapkan secara gamblang tentang luka-luka tersebut. Dia belum memastikan luka yang dialaminAyu. "Kita masih menunggu tim Labfor (laboratorium forensik) serta hasil pemeriksaan dokter," kata Iver.
Sejumlah spekulasi muncul tentang motif pembunuhan, termasuk menghubungkan dengan kasus penganiayaan Ayu sebelum kematianya. Kepala Polres Bolmong AKBP Hisar Siallagan mengatakan terlalu dini menyimpulkan kematian Ayu tersebut dengan kasus yang dihadapi korban. "Terlalu dini untuk menyimpulkan keterkaitan antara kasus itu dengan kematiannya," katanya.
Penelusuran Tribun Manado, sebelum kematiannya, Ayu menjanjikan ke beberapa orang untuk memberikan uang. Bahkan, dia juga sempat mengatakan akan pergi ke Jakarta setelah itu dia berencana liburan ke Bali dan beberapa tempat lainya. Namun niatnya belum terlaksana. Dia ditemukan tewas mengenaskan di salonnya.
Menurut keterangan beberapa remaja yang Minggu (16/6/2013) malam itu nongkrong di depan Ayu Salon. Malam itu, Ayu sedang menunggu 'temanya' datang ke Salonya. Kepada para remaja yang nongkrong, dia sempat meleparkan pertaanyan apakah ada orang yang datang mencarinya. Dia kemudian minta para remaja tersebut pindah nongkorong ke seberang.
"Nanti dia malu kalau kalian masih di sini," ujar Pengky satu di antara remaja yang nongkrong di depan Ayu Salon menirukan perkataan Ayu. Bahkan, Ayu pun memberikan uang Rp 10 ribu kepada para remaja tersebut untuk beli rokok.
Sampai sekitar pukul 3.00 wita, para remaja tersebut tak melihat siapa pun masuk ke Ayu Salon. Mereka hanya sempat melihat Ayu mulai beres-beres salonya sekitar pukul 2.30 wita. Belasan jam kemudian, Indriyana Paputungan menemukan Ayu sudah meninggal dunia dengan tangan dan kaki terikat lakban. Mulutnya dibekap lakban juga.
Ikuti terus perkembangan berita ini melalui topik: Pembunuhan Ayu Basalamah.