Pemilukada Sitaro
Ini Kisah Para Petugas Keamanan saat Pemilukada Sitaro
SUDAH hampir sebulan lamanya aparat Kepolisian bersama TNI bersiaga mengamankan pelaksanaan Pemilukada Kabupaten Sitaro.
Penulis: Ryo_Noor | Editor:
SUDAH hampir sebulan lamanya aparat Kepolisian bersama TNI bersiaga mengamankan pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) Kabupaten Sitaro. Suka duka dialami aparat keamanan itu. Selain harus jauh berpisah dengan anak istri, caci maki masyarakat kerap hinggap di telinga.
Hari Jumat (7/6) siang, pleton pengendali massa (dalmas) Polres Sangihe sibuk beraktivitas di Gedung Pelayanan Khusus Pemuda Jemaat Ulu, Kelurahan Tarorane, Siau Timur.
Tempat itu merupakan markas sementara. Selama proses pemilukada berlangsung, gedung itu juga menjadi tempat istirahat, MCK dan pos siaga. Pasukan Dalmas hanya mengandalkan karpet tipis untuk melepas penat setelah seharian bertugas. Mau mandi pun harus antre. Daripada berdesakan bisa juga turun ke tempat pemandiaan umum tak jauh dari markas.
Siapa sangka, malam hingga dini hari, pasukan itu bersiaga bahkan uber‑uberan dengan sejumlah kelompok berbuat onar berpotensi memicu konflik. Niat mereka tulus menjalankan tugas mengamankan jalannya pemilukada, namun kerap berhadapan dengan masyarakat yang justru antipati terhadap tugas polisi.
Menurut Brigadir Yulius Futwembun, emosi kerap memuncak ke ubun‑ubun saat dicaci maki warga. Mau berbuat lebih malah nanti dipersalahkan sehingga langkah terbaik menebalkan teliga, menerima makian.
"Kami cuma lewat patroli ada yang tidak senang , malah dimaki. Mau bikin bagaimana, kami dengar saja, abaikan. Mau emosi bertindak lebih nanti kami malah diproses," katanya. Meski harus betindak tegas terhadap aksi memicu konflik, petugas, kata Yulius, dituntut bertindak persuasif.
Selain dilengkapi peralatan pengendali massa, beberapa anggota Dalmas dibekali senjata api. Namun, sampai sejauh ini Yusak belum melepas sebutir peluru pun, bahkan untuk tembakan peringatan. "Syukur sampai saat ini belum sampai mengeluarkan tembakan," kata dia.
Aiptu Yotam Takahegesan, Danton Dalmas Polres Sangihe mengatakan, didera berbagai kesusahan malah menjadi motivasi aparat dalam bertugas. "Kami ini pasukan, di mana pun siap," kata dia. Tak bisa dipungkiri dalam tugas, situasi memancing emosi petugas, namun mereka selalu dituntut agar tak terpancing.
"Kami di sini kepentingannya untuk stand by untuk sukseskan pemilukada," katanya.
Sejauh ini aksi menjurus anarkis masih bisa diredam namun Yotam mengatakan, tugas pengamnan masih berlanjut sampai 15 Juni 2013. Pleno KPU Sitaro menentukan pemenang pilkada Sitaro menjadi klimaks tugas mereka.Yang jadi klimaks itu pleno, kita harus esktra semangat dan lebih hati‑hati," demikian Yotam.
Komisioner KPU Sitaro Fidel Malumbot mengungkapkan, KPU akan melaksanakan rapat pleno penetapan hasil suara dan penetapan calon terpilih, Rabu (12/6). Menurut hasil perhitungan cepat Indonesian Observer, pasangan Toni Supit‑Siska Salindeho (TonSu Bersih) menang telak di Pemilukada Sitaro, Rabu (5/6). Pasangan yang diusung PDIP itu melejit dengan perolehan suara 65 persen, unggul atas pasangan Winsulangi Salindeho‑Piet Hein Kuera (Salera) yang memperoleh 35 persen suara.