Pemilukada Sitaro
Pembangunan Infrastruktur Jalan Paling Terlihat
Pasangan Toni Supit-Siska Salindeho (TonSu Bersih) menang telak di Pilkada Sitaro.
Penulis: Ryo_Noor | Editor: Andrew_Pattymahu
Lalu, apa faktor yang jadi penentu 65 persen masyarakat memilih kembali Toni Supit sebagai Bupati Sitaro ?
Dari dunia usaha, Mariam Bawole, Pengusaha asal Sitaro mengungkapkan, Bupati Toni Supit sangat mendukung aktifitas perkonomian Sitaro. Paling mencolok, saat TonSu berhasil melobi pemerintah pusat menyiapkan dua unit kapal feri.
Dua kapal itu diberi nama Lokonbanaua dan Lohorahung. Menurut Mariam, dua feri sangat membantu memperlancar distribusi, dan memangkas biaya distribusi barang dari Sitaro ke pusat perdagangan di Sulut, begitu pula sebaliknya. Termasuk distribusi komoditi pala yang jadi andalan perekonomian masyarakat Sitaro.
"Karena ada dua armada membantu, dfistribusi barang lebih lancar, Jelas biayannya lebih murah, sehingga bisa menekan harga barang," katanya kepada Tribun Manado.
Selain itu, dalam hal izin usaha, pengusaha di Sro mudah memperolehnya "Selain itu tak ada lagi itu. Pengusaha dipersulit dengan pungli-pungli. Pengurusan izin, tidak pernah di persulit," ungkapnya..
Ia berharap untuk 5 tahun ke depan, Armada fderi di tambah, karena sudah lebih banyak barang yang butuh dipasok.
Alfred Tadete, pemuda asal Kelurahan Paseng mengungkapkan, sejak kepemimpinan Toni Supit, sangat terlihat pembangunan infrastruktur, terutama infrastruktur jalan.
"Paling kelihatan jalan-jalan di Sitaro, aspalnya mulus. Jalan kampung ke kampung bagus, kemudian ada trotoar juga," kata
Sekarang
lanjut dia, menyangkut proyek jalan lingkar Siau yang sudah 60 persen.
Bila memimpin 5 tahun lagi, Alfred yakin, jalan lingkar Pulau Siau akan
selesai dibangun
"Kemudian jalan lingkar pulau sudah ada tinggal
dilanjutkan, artinya infrastruktur jalan ini sangat penting untuk
mendongkrak ekonomi keraykatan," sebut dia.
Henny Kansil, Anggota DPRD Sitaro mengungkapkan, sangat wajar kalau sebagian besar masyarakat Sitaro kembali memilih Toni Supit. Dari segi pengelolaan keuangan pemerintahaan, Kabupaten Sitaro tiga kali berturut-turut memperoleh predikat opini wajar dengan pengecualian (WDP) "Tata pengelolaannya baik, tiga kali WDP. Lebih baik dari pemerintaahn daerah lainnya di Sulut. Memamng belum
Dari sisi pelayanan publik sudah baik, apalagi kata Henny, masyarakat Sitaro bisa menikmati sekolah dan kesehatan gratis. (ryo)
Ikuti terus berita ini melalui topik : Pemilukada Sitaro.