Pemilukada Sitaro
Brimob Ringkus 8 Remaja Terlibat Pengeroyokan
Pesta kemenangan Pilkada Sitaro berujung kasus Pidana.
Penulis: Ryo_Noor | Editor: Andrew_Pattymahu
Korban Yusak Mamiasa, warga Sawang pun babak belur. Keadaan genting itu memaksa Satuan Brigade Mobil turun tangan, setidaknya dari puluhan yang terlihat 8 di antaranya ditangkap.
Para remaja yang terjaring itu diangkut menggunakan mobil kerangjan, mereka diberi hukuman disiplin dengan berjalan jongkok hingga ke markas Polsek Siau Timur, hukuman lanjutan, 6 di antaranya dihukum dengan posisi push up.
Hukuman itu rupanya belum berakhir, korban Yusak Mamiasa melanjutkan laporan untuk diusut sesuai hukum berlaku.
Kepada Tribun, Yusak menjelaskan, awal kronologis kejadian saat ia melintas di depan posko pemenangan calon tertentu. Disitu tengah berlangsung kemeriahan dengan berjoget "Saat melintas dengan motor mereka bergoyang di tengah jalan, karena terhalang saya berhenti," ungkapnya.
Ia pun berinisiatif menegur para remaja, "Saya sampaikan tidak berkempentingan di Pilkada, karena saya orang luar, kerja di luar, hanya ibu asli orang sini (Sawang)," ungkapnya.
Tiba-tiba ia menerima
bogem mentah di belakang kepala, disusul pukulan di sekujur tubuh dan
wajah tak terhitung jumlahnya "Saya roboh dengan motor," ucapnya.
Pengeroyokan itu terhenti karena ada warga yang memisahkan.
Namun keterangan berbeda dilontarkan Rick, warga Sawang sekaligus saksi mata kejadian. Ia membenarkan, ada perayaan pesta kemenangan Pilkada dengan memutar musik keras sambil begoyang, namun ia membantah sampai menghalangi jalan "Kita cuma di posko, tapi ada juga yang duduk-duduk di beton (pagar), tidak menghalangi jalan," ucap dia.
Saat korban melintas, kata Rick ada seorang kawannya meneriakan seruan kemenangan. Korban justru berhenti, dan menegur kerumunan yang berkumpul "Ada beberapa sudah menyampaikan agar korban melanjutkan saja perjalanan, tapi dia malah mengeluarkan kata kasar, sesudah itu tiba-tiba ada yang sudah memukul dia (korban)," kata dia.
Di Polsek Siau Timur, Kompol Iwan Permadi, Wakil Kepala Polres Sangihe langsung menegur pemilik rumah yang menggelar pesta kemenangan sambil menggunakan pengeras suara.
Hal itu menurut dia rawan, justru jadi pemicu provokasi "Kami mohon tidak ada lagi memutar musik keras-keras, nanti terprovokasi, kami selalu upayakan menjaga keamanan, masyarakat juga ikut membantu," ucap dia. (ryo)
Ikuti terus berita ini melalui topik : Pemilukada Sitaro.