Tragedi Pantai Kawis, Pemkab Minahasa Bangun Monumen
Pemkab Minahasa akan membangun monumen peringatan sebagai tanda belasungkawa untuk sembilan remaja yang tewas terseret arus.
Kepala Bagian Humas Pemkab Minahasa, Denny A Waworuntu menjelaskan, rencana pembangunan monumen ini akan dilakukan di lokasi kuburan korban yang meninggal dunia dalam tragedi tersebut.
"Pemkab Minahasa berencana mengalokasikan dana untuk membangun monumen peringatan untuk putra‑putri Minahasa. Pemkab Minahasa ikut merasa berduka atas tragedi yang terjadi pekan lalu," ujarnya kepada Tribun Manado, Minggu (2/6/2013).
Waworuntu menjelaskan, pembangunan monumen yang bentuknya belum ditentukan ini diupayakan selesai sebelum peringatan 40 hari peristiwa tersebut.
Sembilan remaja yang meninggal terseret arus di Pantai Kawis yakni Pingkan Mentu, Noni Rarung, Valdo Surentu, Sherina Onggeleng, Rezky Chandra Walangitan, Gabriela Surentu, Dandry Wuisang, Angie Gabriela Tengkel dan Geronimo Mailantang. Jenazah mereka telah dimakamkan pada Senin (27/5) dan Selasa (28/5) lalu TPU Kelurahan Ranowangko, Kecamatan Tondano Selatan.
Pasca tragedi ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa langsung beraksi. Staf BPBD Minahasa telah melakukan survei sekaligus memetakan 15 lokasi pantai yang rawan bagi keselamatan warga mulai dari Desa Rumbia, Kecamatan Langowan Selatan sampai perbatasan dengan Kabupaten Minahasa Utara (Minut). Warga yang berwisata atau berkunjung ke 15 titik pantai tersebut sangat dianjurkan untuk tidak berenang atau snorkeling karena berpeluang terseret pusaran air laut yang kencang. (luc)
Sumber : Tribun Manado Cetak