Belasan Remaja Tondano Tenggelam
HUT Geronimo Dirayakan Dalam Duka
Senin (27/5) sebenarnya adalah hari sukacita untuk Geronimo Mailantang. Hari ini dia akan merayakan hari ulang tahun (HUT) yang ke-17.
TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Senin (27/5) sebenarnya adalah hari sukacita untuk Geronimo Mailantang. Hari ini dia akan merayakan hari ulang tahun (HUT) yang ke-17.
Namun kenyataan yang terjadi adalah hari itu bukan ibadah perayaan ulang tahun yang dilaksanakan pada rumahnya di Kelurahan Liningaan, Kecamatan Tondano Timur, namun ibadah pemakaman dan pelepasan jenazah. Geronimo menjadi korban meninggal pada tragedi tenggelamnya sembilan anggota remaja GMIM Sentrum Tondano yang berwisata ke Pantai Kawis, Kecamatan Kombi, Sabtu (25/5).
Meiske Panse, ibu Geronimo menceritakan, beberapa hari sebelum tragedi tersebut, anaknya meminta agar HUT-nya yang ke-17 dirayakan. Namun dia tidak meminta perayaan yang meriah namun ingin merayakan di panti asuhan.
"Jero minta ulang tahunnya dirayakan di panti asuhan. Dia tidak minta acara yang besar, hanya makan bersama dengan anak panti asuhan. Dia juga minta cukup makanan dus agar biaya tidak terlalu besar," kenang Meiske.
Untuk memenuhi keinginan anaknya, Meiske telah berbelanja kebutuhan memasak di pasar pada Sabtu saat Geronimo dan teman-temannya pergi berwisata di pantai. Semua bahan-bahan makanan yang dibutuhkan telah dibeli agar pada hari yang ditetapkan bisa langsung dimasak.
"Bahan masakan telah dibeli dan sebagian undangan telah disebarkan pada teman-temannya untuk data hari ini (kemarin). Namun kenyataannya bahan masakan itu telah diolah, dan tamu datang memenuhi undangan, tapi untuk menghadiri ibadah pemakaman anak saya," ujarnya sembari menangis.
Meiske terlihat sangat terpukul menghadapi kenyataan anak laki-lakinya telah meninggal dalam kejadian tragis. Wajahnya pucat dan matanya bengkak karena terus menangis. Disamping tubuh Geronimo yang telah kaku, Meiske hanya bisa meratapi nasib merayakan HUT anaknya ke-17 dalam perasaan duka dan perpisahan untuk selamanya.