Ujian Nasional Sulawesi Utara
Siswa Dimintai Uang Rp 100 Ribu untuk Konsumsi Pengawas UN
Isu pungli ke anak didik kembali menimpa SMP N 1 Manado.
Penulis: Fransiska_Noel | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO- Isu pungli ke anak didik kembali menimpa SMP N 1 Manado. Pasalnya salah satu orangtua siswa kelas VIII sekolah ini mengaku keberatan dengan kebijakan pihak sekolah meminta uang sebesar Rp 100 ribu per siswa untuk biaya konsumsi makan siang pengawas ujian nasional.
"Saya keberatan dengan hal ini. Bisa bayangkan kalau satu kelas ada 40 siswa dikali Rp 100 ribu dikali jumlah kelas berapa banyak uang yang dikumpulkan sekolah," tutur Ance, orangtua siswa kepada Tribun Manado, Jumat (19/4).
Keluhan Ance ini kemudian dibantah langsung Kepala Sekolah SMP N 1 Manado Elisabeth Mononutu MPd. Menurut Elisabeth, pihak sekolah tidak pernah meminta siswa kelas VIII untuk membawa uang sebesar 100 ribu rupiah sebagai biaya konsumsi pengawas ujian nasional.
"Kami tidak pernah minta uang ke siswa untuk konsumsi pengawas ujian. Tetapi memang pihak sekolah hanya meminta kerelaan siswa untuk membawa makanan untuk menjamu pengawas ujian, serta tamu yang datang saat ujian nasional," jelasnya.
Meskipun demikian, Elisabeth memastikan dirinya akan melakukan pengecekan langsung kebenaran laporan orang tua siswa ini. "Akan saya cek kebenarannya apakah memang ada guru yang meminta uang ke siswa," tegasnya.
Terkait inisiatif pihak sekolah meminta kerelaan siswa kelas VIII untuk membawa makanan untuk konsumsi pengawas ujian, diakui Elisabeth bukanlah sesuatu yang diharuskan.
"Jadi kami hanya tanya ke siswa apakah mereka bersedia jika ingin menyumbang makanan untuk menjamu tamu dan pengawas, kalau siswa berasal dari ekonomi tidak mampu tentu tidak dipaksakan, ini hanya kerelaan siswa saja," terangnya.
Diakui Elisabeth, kerelaan siswa membawa makanan sebagai konsumsi makan siang tamu dan pengawas ujian nasional sudah menjadi tradisi turun temurun sekolah. "Sudah sejak dulu kebiasaan ini dilakukan, dan sekali lagi ini tidak dipaksakan. Makanan yang siswa mau bawa juga terserah kemapuan dan pilihan sendiri," tutur Elisabeth.
Sementara itu, beberapa siswa kelas VIII yang diwawancarai Tribun Manado justru memberikan keterangan yang sedikit berbeda. "Saya di kelas VIII 8, wali kelas bilang siswa yang tidak bawa kue waktu mid semester lalu diharuskan membawa makanan untuk makan siang pengawas ujian," ujar Bowo (nama samaran), siswa kelas VIII 8.
Keterangan Bowo ini diperkuat pernyataan Emi (nama samaran) yang mengakui kalau di kelas VIII 8 terdapat sekitar 40 orang siswa. "Saat mid semester lalu sudah 20 siswa yang bawa kue, jadi sisanya yang 20 orang lebih diharuskan bawa makanan untuk pengawas ujian nasional," tuturnya.
Menurut Emi, makanan yang akan dibawa juga sudah ditentukan wali kelas. "Kalau saya dapat giliran bawa ikan mujair goreng dan ayam," tuturnya.
Kalau dikalkulasi, khusus untuk kelas VIII, jumlah total ruang kelas adalah 9 kelas, dengan rata-rata siswa per kelas sebanyak 40 siswa.
Siswa-siswi kelas VIII ini sudah dikelompokan bersasarkan jenis makanan yang akan dibawanya, disesuaikan dengan jadwal ujian nasional selama 4 hari. "Jadi kami hanya diminta bawa makanan satu kali saja, nanti kapan harinya mau dibawa nanti wali kelas yang akan kabarkan lagi," tutur Bowo.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Manado Dante Tombeg menegaskan sekolah manapun tidak diperbolehkan menyuruh siswa membawa makanan atau memungut uang atau pemberian apapun dari siswa yang berkaitan dengan kegiatan di sekolah. "Itu tidak dibenarkan sama sekali," tegasnya.
Tombeg memastikan akan meminta keterangan langsung dari Kepala Sekolah SMP N 1 Manado terkait laporan dan pengakuan baik dari orangtua maupun dari siswa ini.