Ujian Nasional Sulawesi Utara
Sempat Kurang Sembilan Naskah Soal di Boltim
UN perdana, pada Jumat (19/4), untuk SMK se-Kabupaten Bolaang Mongodow Timur (Boltim) sempat diwarnai insiden kekurangan soal.
Penulis: Aldi Ponge | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN-Ujian nasional (UN) perdana, pada Jumat (19/4), untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Kabupaten Bolaang Mongodow Timur (Boltim) sempat diwarnai insiden kekurangan soal.
Informasi yang dihimpun Tribun Manado, menyebutkan ketegangan terjadi saat ujian hari pertama di SMK Negeri Kotabunan di Buyat. Pasalnya, saat pengawas membagikan soal kepada siswa peserta ujian ternyata naskah soal tidak mencukupi.
Panitia, pengawas, dan peserta pun panik untuk mengatasi kekurangan 9 naskah soal tersebut. Ujian pun di tunda hampir setengah jam.
Pihak dinas pendidikan Boltim langsung berkoordinasi dengan sekolah penyelenggara lainnya untuk meminta kelebihan soal. Beruntunglah SMK Baramuli di Tombolikat masih memiliki kelebihan soal.
Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan menengah (Dikmen), Dinas Pendidikan Nasional, Boltim, Dartjo Dunggio saat dikonfirmasi membenarkan adanya insiden tersebut, "SMK Buyat sempat kekurangan sembilan naskah soal, beruntung cepat teratasi dengan meminta kelebihan soal di sekolah lainnya. Ini tidak menganggu sekolah lainnya," jelas Dartjo.
Dartjo menambahkan kejadian tersebut tidak terjadi di sekolah lainnya. Katanya, semua siswa peserta UN yang tersebar di 7 SMK dan SMA penyelanggara ujian berhasil mengikuti ujian. "Boltim memiliki 3 SMA dengan jumlah siswa 187 orang dan SMK 174 peserta, semuanya mengikuti UN," jelasnya.
Terkait Naskah soal, Dartjo mengatakan semuanya sudah didistribusikan ke setiap sekolah dengan penjagaan kepolisian. Dia menjamin kerahasiaan naskah soal. "Naskah soal tidak masalah, semua mata pelajaran hingga hari terakhir, naskah soalnya sudah siap," jelasnya.
Dia bersyukur sejauh ini kini persoalan distribusi naskah soal ujian hingga terjadinya penundaan UN. Tidak memberikan mengaruh negatif bagi peserta dan penyelengaaran UN di Boltim. Dia berharap para siswa terus menjaga diri dan kesehatan dalam menhadapi UN. "UN dilanjutkan Senin pekan depan hingga Selasa. Selanjutnya, SMK akan melaksanakan ujian kompetensi pada Rabu," jelasnya.
Eka Lestari, Siswa jurusan Keperawatan SMK Baramuli mengatakan walau terjadi penundaan UN hingga 4 hari bagi SMK sempat membuatnya tegang. "Sempat tegang, apalagi hari pertama ujian Matematika di SMK," jelas Eka.
Namun dirinya mampu menyelesesaikan semua pertanyaan dengan baik. Katanya, soal matematika yang diujikan tidak berbeda jauh dengan soal try out atau dalam kisi-kisi UN. "Soalnya hampir sama hanya mereka ganti angkahnya. Tapi jujur sedikit kesulitan di soal tentang logaritma," ungkap Eka.