Ujian Nasional Sulawesi Utara
16 Siswa SMK di Minsek tak Ikut UN
Sebanyak 16 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Minahasa Selatan dipastikan tidak mengikuti Ujian Nasional yang dilaksanakan Jumat (19/4).
Penulis: Alpen_Martinus | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID,AMURANG- Sebanyak 16 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Minahasa Selatan dipastikan tidak mengikuti Ujian Nasional yang dilaksanakan Jumat (19/4).
"Menurut laporan dari seluruh sekolah SMK yang menyelenggarakan UN, dari 1162 siswa yang terdaftar sebagai peserta UN, ada 16 siswa yang tidak ikut," jelas Rolly Makauli kabid Dikmen Disdikpora Minsel.
16 siswa tersebut tidak ikut lantaran alasan yang berbeda-beda." Ada 14 orang yang memang sudah tidak ikut lantaran sudah drop out, dan menurut informasi mereka sudah ada yang menikah," jelas dia.
Sementara itu menurutnya, ada dua siswa yang tidak ikut UN lantaran takut, sebab daerahnya sempat terjadi konflik. "Dua siswa berasal dari Picuan yang bersekolah di SMK Motoling, mereka takut untuk ikut UN," jelasnya.
Dari 16 siswa yang tidak ikut UN, 6 di antaranya berasal dari SMK N 1 Amurang."Kalau di sini ada enam siswa yang tidak ikut, empat di antaranya sudah menikah, dan dua orang lainnya memang sudah tidak mau sekolah," kata Annie Sariowan Kepsek SMK N 1 Amurang.
Berbagai upaya sudah dilakukan untuk mengembalikan siswa ke sekolah, namun gagal dilakukan."Kami sudah kunjungi sampai ke rumah siswa, melakukan pendekatan dengan orang tua, namun tetap mereka tidak mau, sampai ada dua siswa yang membuat surat pernyataan," kata dia.
Selain masalah peserta, UN SMK juga mengalami kendala, seperti kurangnya soal, dan diantisipasi dengan foto kopi atau penggandaan soal."Ada beberapa sekolah yang harus menggandakan soal, di antaranya SMK Suluun, SMK Kartini Pinamorongan, SMK Amurang kekurangan 12 soal, dan SMK Motoling," jelas Makauli.
Ia menambahkan, soal yang difoto kopi, siswa hanya jawab di selembar kertas HVS yang ditandatangani dan dicap oleh pengawas, kemudian usai ujian, jawaban tersebut dibawa ke UNIMA."Nanti di sana kepala sekolah, didampingi pengawas menyalin jawaban ke LJUN berkode, supaya bisa dipindai," ujarnya.
Sementara untuk UN hari ke dua SMA, mata pelajaran matematika, berjalan lancar."Untuk SMA, sudah berjalan lancar, dan soal mencukupi, tidak ada yang difoto kopi," jelas Makauli.