Ujian Nasional Sulawesi Utara
Tegang Jelang UN, Andres Cs Pilih Belajar di Warung Kopi
Matematika dan Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran yang menakutkan bagi Andre Maramis dan tiga orang temanya.
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Matematika dan Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran yang menakutkan bagi Andre Maramis dan tiga orang temanya. Para siswa SMA Theodorus Kotamobagu ini pun harus ekstra belajar dan latihan menghadapi soal-soal dua pejaran yang akan diujikan pada Ujian Nasional (UN).
Andre, Darvis Paat, Andres Affandi dan Billy Kaluaran tampak duduk-duduk di sebuah warung kopi yang terletak di daerah Sinindian, Kotamobagu, Sabtu (13/4/2013) sore. Sekilas, mereka terlihat tampak santai. Namun bila diperhatikan lebih seksama, Andres tampak memegang buku tebal.
"Ini kumpulan soal-soal untuk latihan UN. Saya sedang belajar menghadapi soal-soal Bahasa Inggris. Pelajaran Bahasa Inggris dan Matematika ini, kami rasa paling sulit dibandingkan mata pelajaran lainya," kata Andre yang diamini oleh tiga teman-temanya.
Empat siswa jurusan IPS di sekolahnya ini, mengakui tegang menghadapi UN yang akan mulai berlangsung Senin (15/4/201) ini. "Ya, lumayan tegang juga menghadapi UN ini. Tapi, biar bagaimana pun tetap harus dihadapi. Makanya, kami berupaya untuk belajar menghadapi soal- soal UN," ujar Andre.
Di tempat lain, para kepala sekolah dan perwakilan sekolah berkumpul di SMK Cokroaminoto, Kotamobagu, Sabtu itu. Tampak Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kotamobagu Syahri Malomis menerangkan teknis pelaksanaan UN kepada para peserta pertemuan.
Para peserta tampak terlibat tanya jawab dan diskusi tentang teknis pelaksanaan UN yang beberapa di antaranya berbeda dengan pelaksanaan tahun sebelumnya. Ketegangan tampaknya tak hanya pada siswa yang akan mengikuti UN, tapi juga para guru.
Jumlah peserta UN pada tahun pelajaran 2012/2013 ini sebanyak 2.547 siswa. Mereka terdiri dari 1.711 siswa dari sembilan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) negeri dan swasta. Sementara sisanya, yakni 836 siswa, berasalal dari empat Sekolah Menengah Atas (SMA), satu Madrasah Aliyah Negeri (MAN) dan tiga SMA swasta.