Minggu, 14 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ujian Nasional Sulawesi Utara

Hati-hati, Lembar Jawaban tak Boleh Rusak, ini Alasannya

Lembar jawaban yang menyatu dengan naskah dan memiliki barcode atau kode batang ini memiliki variasi soal sebanyak 20.

Tayang:
Penulis: | Editor:
zoom-inlihat foto Hati-hati, Lembar Jawaban tak Boleh Rusak, ini Alasannya
blog.ub.ac.id
Ilustrasi.
Laporan wartawan Tribun Manado Edi Sukasah

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Peserta ujian nasional (UN) tingkat SMA/SMK dan sederajat harus lebih cermat dan hati-hati menjawab serta menjaga lembar jawaban naskah. Lembar jawaban yang menyatu dengan naskah dan memiliki barcode atau kode batang ini memiliki variasi soal sebanyak 20.

"Jika lembar jawaban tersebut rusak, maka peserta ujian tersebut harus mulai lagi dari awal mengisi jawabannya. Ini karena yang diganti bukan hanya lembaran jawabannya saja, tapi juga bersama naskah ujian," ujar Kabid Pendidikan Dasar Menengah (Dikdasmen) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kotamobagu Kadri Bangol, Kamis (11/4/2013).

Dia menjelaskan, dalam satu amplop terdapat 20 naskah beserta lembaran jawabanya. Masing- masing memiliki barcode yang berbeda berdasarkan naskah dan lembar jawabanya. Artinya, dalam satu ruang ujian, tiap peserta mendapatkan naskah soal yang berbeda. Berbeda dengan tahun sebelumnya, yang hanya memiliki lima variasi naskah.

"Pelaksanaan UN tahun ini memang ketat. Bahkan, naskah soal dan lembar jawabanya dikirim langsung dari pusat karena cetaknya di Semarang untuk wilayah Indonesia Timur. Tahun lalu, cetak naskah soal masih di provinsi," kata dia menjelaskan.

Namun demikian, dia tetap optimistis, peserta ujian bisa lulus 100 persen. Pihaknya telah mengadakan simulasi ujian atau try out (TO) bagi para siswa yang akan menghadapi UN. Satu di antara tujuan TO ini adalah untuk mengetahui sejauh mana kesiapan para calon peserta ujian itu menghadapi UN.

Pada tahun ajaran sebelumnya, 2011/2012, tingkat kelulusan untuk tingkat SMK capai 99.63 persen. Pada tahun lalu, lima siswa SMK tak lulus ujian. Sementara untuk SMA dan Madrasah Aliyah (MA) persentase kelulusan mencapai 99.73 persen. Total peserta ujian SMA/K pada tahun lalu 2.407 siswa.

Jumlah peserta UN pada tahun pelajaran 2012/2013 ini sebanyak 2.547 siswa. Mereka terdiri dari 1.711 siswa dari sembilan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) negeri dan swasta. Sementara sisanya, yakni 836 siswa, berasalal dari empat Sekolah Menengah Atas (SMA), satu Madrasah Aliyah Negeri (MAN) dan tiga SMA swasta.

Sejumlah siswa menyatakan telah berupaya agar bisa lulus pada UN ini. Adi Gonibala, siswa SMK Cokroaminoto, mengaku lebih meningkatkan waktu belajarnya. "Ya, kalau biasanya belajar cukup satu jam. Sekarang tambah lah satu jam, jadi dua jam," ujar siswa jurusan Teknis Jaringan dan Komputer ini.

Ditanya tentang teknis pengisian pada lembar jawaban, Adi mengatakan awalnya kagok. Namun setelah dua kali TO, dia mengaku sudah mulai terbiasa. "Memang pakai teknologi terkini dengan adanya barcode. Namun setelah dua kali try out, sudah mulai terbiasa. Apalagi, jurusan kami juga berkaitan dengan teknologi informasi," kata Adi menjelaskan.

Pun demikian dengan Rico, siswa kelas XII SMA Negeri 3 Kotamobagu. Dia  mengaku sudah melakukan persiapan menghadapi UN. "Agak susah juga dengan adanya penyatuan lembar jawaban pada naskah. Tapi, bismillah, mudah-mudahan bisa," ujar remaja asal Moyag, Kotamobagu Timur ini sambil tersenyum.

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
VS
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
VS
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
VS
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
VS
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved