Touring Suzuki Inazuma 250 CC
Kapal Pinisi, Ibarat Menciptakan Sebuah Karya Seni
Tak ada yang menyangka, lelaki sederhana, Haji Abdullah (45), merupakan pembuat kapal pinisi yang terkenal hingga ke Eropa dan Amerika.
Tak ada yang menyangka, lelaki sederhana, Haji Abdullah (45), merupakan pembuat kapal pinisi yang terkenal hingga ke Eropa dan Amerika. Tidak saja, kapal pinisi saja saja, Haji Abdullah juga bahkan bisa membuat kapan pesiar dan juga kapal kargo.
"BARU-baru ini dua buah unit kapal pesiar ke Amsterdam. Beratnya sekitar 100 ton yang masing-masing harganya sekitar Rp 1 miliar," kata Abdullah kepada rombongan Touring Suzuki Inazuma 250 CC, Minggu (24/3/2013) pagi.
Dalam kunjungan tersebut, para rider yang terdiri dari berbagai media nasional dan lokal banyak mengajukan pertanyaan kepada ayah yang telah memiliki enam anak ini. Abdullah menuturkan, ia memulai pekerjaannya sekitar tahun 1980-an. Saat itu ia hanya bekerja sebagai tukang pembuatnya.
"Saya belajar dari bapak, dan pembuatan kapal ini turun temurun. Tahun 1985 saya sudah mulai ke Amerika Utara, Kanada, di kontrak selama enam bulan. Saya kesana bersama lima karyawan untuk membuat kapal pinisi," ujarnya.
Lelaki yang menggunakan kopiah ini menuturkan saat berada di Kanada, bahan bakunya juga dikirim ke Amerika Utara dengan menggunakan kontainer. Hasil buatannya kini semakin membuatnya terkenal ke amerika dan juga eropa.
"Italia juga kita mengirim kapal pesiar, dan juga di asia seperti India dan Thailand. Ini kapal pesiar yang di pesan Thailand," ucap Abdullah.
Ia menambahkan, dalam membuat 1 kapal pinisi tersebut membutuhkan waktu sekitar lima atau enam bulan. Abdullah menambahkan dalam membuat kapal pinisi tersebut hanya memerlukan lima karyawan saja.
"Saya hanya memerlukan lima karyawan saja, tidak lebih. Karena ini adalah seni, jadi sedikit saja, kalau banyak karyawan nantinya kerjanya asal-asalan," ungkapnya.