Petani Cengkih Harus Tunggu 7 Tahun Baru Dapat Hasil
Seorang petani cengkih harus menunggu sekitar tujuh tahun, baru bisa menikmati hasilnya.
Penulis: Alpen_Martinus | Editor:
Dibalik hasil yang menggiurkan saat panen, ternyata bertani cengkih membutuhkan kesabaran dan keuletan, serta biaya yang tidak sedikit.
BETAPA tidak, seorang petani cengkih harus menunggu sekitar tujuh tahun, baru bisa menikmati hasilnya. Dari tanam biji sampai bibit, membutuhkan waktu sekitar 3 tahun sampai bibit tumbuh sekitar 1 meter, dan siap untuk dipindahkan. Dijelaskannya, jika menanam bibit 500 pohon, biasanya yang mati itu hanya sekitar 10 pohon saja.
"Setelah jadi bibit, itu dipindahkan dan didiamkan selama dua minggu, baru kemudian bisa ditanam," jelas Buden Tinamberan petani cengkih asal Motoling yang sudah 20 tahun bertani cengkih, Selasa (12/3). Ia menambahkan, dari tanam sampai berbuah itu membutuhkan waktu selama empat tahun.
Selama bibit di tanam, tidak mudah perlakuan yang harus diberikan."Kalau baru bibit haru dibuatkan pembungkus dari pelepah pisang, dan kalau sudah di tanam harus dilindungi menggunakan pohon lamtoro, dan daun kelapa supaya ada pohon pelindung dari sinar matahari, dan penyimpan air," jelasnya.
Ia menambahkan, selama pemeliharaan sampai berbuah juga, masih banyak tahap dan proses yang harus dilalui."Harus dibersihkan, dan rutin dipupuk, baik pupuk daun dan buah," ucapnya. Paling menghalangi menurutnya adalah, hama berupa ulat batang.
Saat ini dirinya mengelola, seribu pohon cengkih di lahan seluas 3 hektare."Untuk perawatannya dari bibit sampai berbuah, itu menghabiskan dana sekitar 15 juta," ucapnya.
Menurutnya, masa produktif cengkih berbuah, sampai puluhan tahun."Usia tujuh tahun, pohon cengkih baru belajar berbuah, dan bisa menghasilkan 5 liter per pohon, pohon cengkih memasuki masa produksi terbaik saat berusia 15 tahun, bisa menghasilkan 200 liter per pohon," jelasnya. Ia menambahkan, masa produktif biasanya mencapai usia 40 tahun.
Biasanya, jika sudah mencapai usia tidak produktif, kebanyakan warga tidak menebang pohon, namun hanya memangkas, dengan harapan bisa tumbuh tunas baru."Kami baru akan mengganti dengan bibit baru, kecuali pohonnya sudah mati," jelasnya.