Peringatan Hari Pers Nasional

Keluarga Besar Mendur Bangga

Penetapan dua bersaudara Alex dan Frans Mendur sebagai pahlawan nasional adalah sebuah penghargaan dan kebanggaan untuk keluarga besar Mendur.

Laporan wartawan Tribun Manado Lucky Kawengian

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Penetapan dua bersaudara Alex dan Frans Mendur sebagai pahlawan nasional adalah sebuah penghargaan dan kebanggaan untuk keluarga besar Mendur di Kawangkoan.

Sebuah gelar pahlawan ditambah monumen peringatan yang rencananya akan diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono adalah hal yang luar biasa bagi keluarga tersebut.

Piet Mendur, keponakan Alex dan Frans Mendur saat berbincang dengan Tribun Manado, mengatakan keluarga besarnya sangat bersyukur untuk pengakuan dan penghargaan dari pemerintah atas jasa dua pamannya itu. Dirinya mengatakan hal ini telah lama dirindukan oleh semua anggota keluarga besarnya.

"Sangat bersyukur untuk perhatian pemerintah pada jasa Alex dan Frans Mendur. Mereka benar-benar pejuang dan telah menjadi bagian dalam sejarah kemerdekaan Republik Indonesia," ujarnya.

Mundur ke tahun 1953, Piet mengatakan memiliki banyak kenangan indah dengan dua wartawan tersebut. Saat itu dirinya berangkat dari Kawangkoan ke Jakarta untuk memenuhi panggilan Alex dan Frans untuk bergabung dalam Indonesien Pers Photo Service (Ippos). Saat itu Piet mengikuti jejak dua pamannya untuk menjadi wartawan.

"Saya dipanggil ke Jakarta untuk menjadi wartawan di Ippos tempat Alex dan Frans bekerja. Itu adalah sebuah kebanggana bagi saya karena diberikan kesempatan bekerja dengan mereka," ujarnya.

Bagi Piet, Alex dan Frans adalah dua karakter yang berbeda. Walau kakak beradik, namun sifat mereka seperti bertolak belakang tapi perbedaan itu saling melengkapi untuk keduanya.

Alex dikenal sebagai sosok yang tegas dan sangat tepat waktu. Piet mengatakan, Alex adalah pribadi yang teguh pada pendiriannya. Sikap tegas dari Alex membuat dia tidak mentolerir kesalahan sekecil apapun. Piet menceritakan dirinya pernah dimarahi habis-habisan oleh Alex saat dirinya tanpa sengaja merusak sebuah foto yang sedang diproses cetak.

"Saya pernah dimarahi karena teledor saat melaksanakan pekerjaan saya memproses cetak foto. Dia (Alex) sangat teliti dalam bekerja," ujarnya.

Karakter berbeda digambarkan pada sosok Frans. Piet bercerita, Frans adalah sosok yang sederhana dan mudah bergaul dengan siapa saja. Sikap supel ini membuat Frans dekat dengan banyak orang.

Editor: Rine Araro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved