Pemerkosaan

Rio Bermimpi R Bilang Sunoto yang Memerkosanya

Asri menuturkan anak keempatnya, Rio, bermimpi bertemu almarhumah R.

Rio Bermimpi R Bilang Sunoto yang Memerkosanya
TRIBUNNEWS.COM/WAHYU AJI
Sunoto memegang foto almarhumah putrinya, RI.
TRIBUNMANADO.CO.ID,JAKARTA - Asri menuturkan  anak keempatnya, Rio, bermimpi bertemu almarhumah R. Dalam mimpi itu R memberi tahu Rio, kalau pelaku perkosaan kepada dirinya adalah bapaknya, Sunoto.

Rio, sempat diduga menjadi pelaku pemerkosa R. Rio juga menjadi saksi yang dicurigai polisi. "Yang pertama kali ngomong Rio. Katanya dia mimpi ketemu R. Dalam mimpinya s bilang bapak yang memerkosa," kata Asri.

Dari kesaksian Rio itulah polisi lalu memeriksa Sunoto. "Nah di kantor polisi, bapaknya Rs, terus terang," kata Asri. Bahkan, kata Asri, di kantor polisi, Sunoto menjelaskan perbuatan bejat itu dilakukan di rumahnya sendiri sebanyak dua kali, saat Asri berada di rumah sakit.

"Dia bilang sama saya, ngelakuinnya pas saya lagi di rumah sakit, waktu operasi tumor," kata Asri.

Menurut Asri, suaminya Sunoto mengaku membekap Rs dengan baju dan pundaknya ditekan, agar tidak meronta. Hal itu dilakukan saat Sunoto meniduri Rs di ruang tamu. Asri mengakui saat dirinya dirawat di RSUP Persahabatan pertengahan Oktober, selama sekitar seminggu, suami dan anak bungsunya Rs, tak pernah mengunjunginya.

"Yang lain pada ke rumah sakit, jenguk saya," kata Asri. Asri mengaku tidak pernah ada kecurigaan pada suaminya, karena selama ini sikap Sunoto, terlihat sangat sayang dengan Rs.

"Kalau sama saya biasa aja, enggak ada perasaan curiga terhadap bapaknya," kata Asri.

Namun semenjak R sakit-sakitan, kata Asri, sikap Sunoto mulai berubah. "Dia kayak orang bingung. Mungkin karena dia merasa dialah pelakunya," kata Asri.

Kini Asri mengaku tak peduli lagi terhadap Sunoto.  Sementara itu warga yang mendengar pelaku pemerkosaan terhadap R, adalah ayahnya sendiri yakni Sunoto (57) mengaku akan mengusir keluarga tersebut dari rumah kontrakannya.

Warga menganggap keluarga tersebut mencemarkan dan menodai nama baik kampung mereka. Rohini (54) pemilik kontrakan, mengatakan sebelumnya ia dan warga sudah bicara dengan Asri, bahwa jika benar pelaku perkosaan terhadap R adalah keluarga mereka, maka Asri dan sekeluarga harus keluar dari rumah kontrakan itu.

"Tapi jika orang lain (pelakunya) itu merupakan salah satu musibah," kata Rohini. Saat itu, kata Rohini, Asri menyanggupinya.

"Semua warga sekitar juga mendesak agar keluarga tersebut di usir dari Kampung ini. Permintaan ini dilakukan karena warga khawatir akan terjadi hal-hal yang tak diinginkan ke depannya," kata Rohini. Rohini menambahkan semenjak kasus Rs mencuat, dirinya dan warga sekitar curiga kalau pelakunya adalah keluarga terutama ayah Rs Sunoto.

"Kami warga di sini sudah sempat curiga pelakunya orang dalam. Tapi saya tidak berani menyampaikan karena takut salah," kata Rohini.

Editor: Rine Araro
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved