Pilkada Mitra
Sehan Mendukung Pencalonan Assagaf di Pilkada Mitra
Bupati Bolaang Mongondow Timur, Sehan Landjar mensuport atau mendukung pencalonan Sekretaris Daerah (Sekda) Boltim,
Penulis: Aldi Ponge | Editor: Andrew_Pattymahu
Laporan Wartawan Tribun Manado Aldi Ponge
TRIBUNMANADO.CO.ID, BOLTIM-Bupati Bolaang Mongondow Timur, Sehan Landjar mensuport atau mendukung pencalonan Sekretaris Daerah (Sekda) Boltim, Mohammad Assagaf di pemilihan kepala Daerah (Pilkada) Minahasa Tenggara (Mitra).
Sehan mengatakan pencalonan Assagaf adalah haknya sebagai warga negara. Katanya, dia tidak bisa melarang keinginan Assagaf. Dirinya, pun menyatakan mendukung Assagaf jika itu membawa kebaikan untuk warga Mitra. "Saya tidak menyuruh atau melarang dia (Assagaf). Katakanlah saya mensuport untuk kebaikan Mitra," tutur Sehan, Selasa (15/1).
Terkait posisi Assagaf sebagai sekda Boltim, bagi Sehan tidak ada masalah dan tidak melanggar aturan. Pasalnya, tahapan yang dijalani oleh Assagaf baru sebatas pendaftaran di partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai wakil Bupati. Menurut dia belum tentu lolos karena masih harus melewati tahapan di partai tersebut termasuk survei. "Kecuali sudah mendaftar di Komisi Pemilihan Umum, Daerah (KPU) dan telah ditetapkan sebagai calon baru diberikan ijin cuti," jelas Sehan
Hal tersebut dikatakannya untuk menanggapi pernyataan, Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Boltim, Sunarto Kadengang yang mempertanyakan pencalonan Assagaf dan meminta segera di tetapkan pelaksana tugas (plt) Sekda.
Assagaf sendiri saat dikonfirmasi menyatakan kesiapannya jika harus diganti posisinya sebagai Sekda Boltim terkait pencalonannnya sebagai wakil Bupati Mitra. "Walapun diganti hari ini saya siap," tutur Assagaf.
Assagaf mengaku pendaftarannya pada Senin (14/1) atas dorongan warga Mitra khususnya warga Ponosokan yakni Posumaen, Belang dan Ratatok yang selama ini dianak tirikan dan tidak tersentu pembangunan. "Saya ingin share dengan calon Bupati jika dipilih partai. Bukan Share proyek tapi share program. Iya harus ada pembangunan daerah Tombatu tetapi daerah saya juga (Ponosokan) harus dibangun kalau tidak saya tidak maju," tutur Assagaf.
Assagaf pun mengaku tidak menyangka dukungan spontanitas ribuan warga yang datang saat dirinya mendaftar. Padahal pendaftarannya dimajukan secara mendadak, sehari dari rencana awal. "Saya kaget dan terharu atas dukungan dan kedatangan ribuan warga saat saya mendaftar kemarin (Senin). Ini spontanitas mereka,"katanya. (ald)