Breaking News
Selasa, 9 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Perbankan

Bank-bank di Gorontalo Masih Pelit pada Petani

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIMPI) Gorontalo akan mencatat keberadaan perbankan yang masih enggan berikan kemudahan kredit bagi petan

Tayang:
Editor:

Laporan Wartawan Tribun Gorontalo Budi Susilo

TRIBUNMANADO.CO.ID, GORONTALO - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIMPI) Gorontalo akan mencatat keberadaan perbankan yang masih enggan berikan kemudahan kredit bagi petani.

Ketua Umum Badan Pengurus Daerah HIPMI Gorontalo, Ethon Parman, mengatakan, masih ada praktek bank-bank di Gorontalo yang persulit kalangan petani dalam akses pinjaman kredit untuk modal usaha agrobisnis.

"Selain dari hasil laporan, kami akan turun ke lapangan langsung, melihat apa yang terjadi sebenarnya," ujarnya kepada tribungorontalo, Rabu (16/1/2012).

Ia mengungkapkan, sebagai laporan awal, pihaknya telah mendapat temuan, ada perbankan yang tidak pengindahkan instruksi presiden membantu petani dalam kredit permodalan tanpa agunan.

"Di Gorontalo ini ada satu dua bank yang masih tetapkan agunan ke para petani yang mau pinjam KUR," kata Ethon.

Secara teknis, ia masih mengumpulkan data perbankan, belum bisa simpulkan bank-bank mana saja.

"Kami sedang kumpulkan mana si A, mana si B, mana si C. Nanti kalau sudah waktunya kami akan laporkan ke Kementrian," ujarnya.

Menurutnya, pihak perbankan di Gorontalo masih sangat rendah dalam memajukan dan mendukung kegiatan ekonomi pertanian.

"Harusnya kalau agrobisnis terus digalakan bisa bawa manfaat bagi daerah ini," kata Ethon.

Ia menambahkan, soal prospek perekonomian pertanian di Gorontalo sebetulnya sedang masuk tahap perkembangan, apalagi dari pemerintah sedang konsen memajukan dunia pertanian dan perternakan.

"Bank-bank lihatnya masih kurang percaya ke para petani. Harusnya bank mau terbuka agar bisa tercapai kesejahteraan rakyat," tegas Ethon.

Terpisah, Sekertaris Dinas Pertanian, Kehutahan, dan Perikanan Kota Gorontalo, Anas Badjeber, menuturkan, kredit pertanian itu harus ada titik temu, korelasi kesepakatan antara petani dan perbankan.

"Ambil kesepakatan kedua belah pihak untuk dapat saling menguntungkan," katanya.

Tetapi tambahnya, ia selalu memberikan penyuluhan, pendidikan ke para petani bagaimana cara berhubungan dengan pihak perbankan.

"Supaya petani tahu informasi bahwa ada modal kredit pertanian. Semisal KUR," ujarnya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved